SAMPIT – Penumpukan sampah yang kembali viral di kawasan Sawit Raya, Kecamatan MB Ketapang, ternyata bukan disebabkan warga setempat. Lurah Pasir Putih, Zainal Arifin, mengungkapkan bahwa tumpukan yang mencemari pinggir jalan tersebut 100 persen berasal dari masyarakat luar wilayah.
Padahal kelurahan telah menyiapkan armada khusus untuk mengangkut sampah rumah tangga warga secara rutin setiap hari.
“Kelurahan sudah menyiapkan armada khusus untuk mengangkut sampah rumah tangga dan langsung dibawa ke TPA Km 14. Alhamdulillah masyarakat di sini sudah mengetahui penutupan tempat sampah ini. Armada ini sebenarnya khusus untuk warga Sawit Raya dan sekitarnya, bukan masyarakat luar,” tegas Zainal Arifin, Selasa 2 Desember 2025.
Ia menambahkan, warga telah terbiasa menggunakan Tossa kelurahan untuk membuang sampah langsung ke lokasi yang disiapkan, sehingga penumpukan di luar titik resmi jelas bukan dari warga Sawit Raya.
Ia menjelaskan bahwa Kelurahan Pasir Putih sejak lama memiliki tiga titik pembuangan sementara, yaitu di sekitar Musirawas, dekat masjid, dan di atas lahan hibah masyarakat yang telah menjadi aset daerah. Namun keberadaan titik legal tersebut tidak sanggup mengendalikan tumpukan yang justru berasal dari warga luar.
“DLH sebenarnya mampu mengangkut sampah Sawit Raya dua sampai tiga kali seminggu. Tapi sekarang tidak sanggup karena sampahnya sangat banyak. Warga kami pun sudah sering melarang masyarakat luar, tetapi mereka membuang di waktu yang sepi, seperti malam atau subuh,” ungkapnya.
Untuk menghentikan kebiasaan pembuangan ilegal itu, kelurahan mengambil dua langkah besar secara bersamaan.
“Pertama, armada khusus untuk mengangkut sampah warga sudah beroperasi yaitu dam truk untuk langsung membuang ke TPA di km 14 Jendral Sudirman. Kedua, kami menutup lokasi penumpukan sampah dan mengupah orang untuk berjaga dengan sistem shift siang dan malam. Insya Allah mulai besok, 3 Desember 2025, penjagaan berjalan penuh,” ujar Zainal.
Ia mengungkap, penanganan sebenarnya sudah dilakukan empat bulan lalu ketika kelurahan membersihkan kawasan tersebut hingga tuntas menggunakan alat berat pinjaman dari SMK 2.
“Waktu itu bersih sekali, tidak ada sampah sama sekali. Tapi dalam empat bulan kembali menumpuk sebanyak ini. Artinya, yang membuang bukan warga sini,” jelasnya.
Lurah Pasir Putih menegaskan bahwa harapan terbesar masyarakat adalah pembangunan depo sampah resmi di wilayah tersebut sebagai solusi jangka panjang.
“Masyarakat ingin adanya depo, agar kami tidak lagi keluar biaya besar untuk mengangkut sampah ke TPA. Sekarang kami harus menyewa armada untuk mengangkut sampah ke TPA yang jaraknya cukup jauh. Sudah lima hari ini berjalan dan tentu memerlukan biaya,” katanya.
Kelurahan berharap penertiban, pengawasan 24 jam, dan operasional armada khusus dapat memutus kebiasaan membuang sampah sembarangan oleh warga luar.
Mereka juga meminta dukungan semua pihak agar persoalan sampah di Sawit Raya benar-benar tuntas dan tidak kembali terjadi.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post