SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh civitas hospitalia RSUD dr. Murjani Sampit atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama 41 tahun. Hal itu disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 rumah sakit kebanggaan daerah tersebut.
“RSUD dr. Murjani telah 41 tahun melayani masyarakat Kotawaringin Timur dengan inovasi dan peningkatan mutu. Terima kasih kepada seluruh civitas hospitalia atas dedikasi dan kerja kerasnya. Semoga semangat melayani dengan hati dan profesionalisme terus terjaga dan berkembang,” ujar Halikinnor, Kamis 16 Oktober 2025.
Ia menegaskan, selama perjalanannya RSUD dr. Murjani telah mengukir berbagai prestasi dan terobosan penting. Salah satunya penerapan layanan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang menjadi ruangan kelas 3 pertama di Kalimantan Tengah yang sudah terintegrasi secara online dan memenuhi standar sesuai peraturan Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, langkah ini merupakan wujud nyata komitmen rumah sakit dalam memberikan standar pelayanan yang adil dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kita patut bangga, karena RSUD dr. Murjani merupakan rumah sakit pertama di Kalimantan Tengah yang telah menerapkan fasilitas KRIS. Ini bukti nyata komitmen dalam meningkatkan mutu dan keselamatan pasien. Saya berharap penerapan KRIS ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi rumah sakit lain di wilayah kita,” tambahnya.
Bupati Halikinnor juga mengungkapkan kebanggaannya atas capaian RSUD dr. Murjani yang kini berstatus akreditasi paripurna, sekaligus menjadi salah satu rumah sakit daerah paling produktif dalam mengembangkan layanan.
“Sangat produktif sekali. Di usia sekarang ini, akreditasi rumah sakit kita sudah paripurna dan mudah-mudahan bisa dipertahankan terus karena itu akan dinilai oleh pemerintah pusat,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh civitas hospitalia RSUD dr. Murjani untuk aktif berpartisipasi dalam proses reakreditasi rumah sakit tahun 2026 sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam menjaga mutu pelayanan.
Halikinnor turut mengapresiasi berbagai inovasi digital yang telah dikembangkan RSUD dr. Murjani seperti Sistem Informasi Bagian Umum (SIBULAT), Sistem Informasi Remunerasi (SIRI), serta penghargaan bagi para inovator rumah sakit. Menurutnya, langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi digital pelayanan kesehatan di Kotim.
“Semoga semangat inovasi ini terus hidup dan memberikan dampak nyata dalam peningkatan kualitas, kepuasan pasien, serta keberlanjutan layanan rumah sakit di masa depan,” harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi mengatakan, komunikasi yang terjalin antara dewan pengawas dan manajemen rumah sakit selama ini berjalan baik. Setiap temuan maupun masukan, termasuk hasil evaluasi dari masyarakat dan media, selalu menjadi bahan diskusi bersama untuk mencari solusi yang tepat.
“Evaluasi dari teman-teman media sangat membantu. Dari hasil itu, kami bersama dewan pengawas dan pihak manajemen selalu berkoordinasi mencari solusi atas permasalahan yang ada. Alhamdulillah, komunikasi selama ini berjalan baik,” ujar Umar.
Ia menegaskan, keberadaan dewan pengawas memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan pihak rumah sakit. Melalui forum evaluasi rutin, setiap kendala yang muncul bisa dibahas dan dipecahkan bersama, baik terkait pelayanan medis, administratif, maupun kebutuhan sumber daya manusia (SDM).
“Koordinasi ini penting agar perbaikan yang dilakukan bersifat menyeluruh, tidak hanya di tingkat pelayanan tetapi juga sistem pendukungnya,” jelasnya.
Menurut Umar, beberapa tantangan utama yang masih dihadapi rumah sakit saat ini antara lain kekurangan dokter spesialis, keterbatasan alat kesehatan, serta kebutuhan akan tenaga pendukung medis yang lebih kompeten. Semua hal tersebut menjadi fokus pembahasan dalam koordinasi antara dewan pengawas dan manajemen rumah sakit.
“Kita memahami bahwa memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal memerlukan kesiapan SDM dan sarana pendukung. Saat ini, kita masih kekurangan dokter spesialis dan alat kesehatan tertentu, namun langkah-langkah perbaikannya sudah kita rancang bersama,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post