SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di RSUD dr. Murjani Sampit. Salah satu fokus utama saat ini adalah mengatasi kekurangan tenaga ahli atau dokter spesialis di sejumlah bidang medis yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pihaknya bersama manajemen rumah sakit telah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk mengatasi kendala tersebut. Di antaranya dengan menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas yang memiliki fakultas kedokteran.
“Saat ini, pertama, direktur rumah sakit sudah berhubungan dengan beberapa universitas. Kita juga menyurati beberapa universitas supaya mereka bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk nanti mengirim dokter untuk ditempatkan di RSUD dr. Murjani,” jelas Halikinnor, Kamis 16 Oktober 2025.
Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Kotim untuk memastikan ketersediaan tenaga medis spesialis di daerah. Hal ini penting agar pelayanan kesehatan bisa lebih optimal dan masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis tertentu.
Selain kerja sama dengan perguruan tinggi, Pemkab Kotim juga telah menyiapkan anggaran khusus untuk program bantuan tugas belajar bagi dokter yang ingin mengambil pendidikan spesialis di bidang yang dibutuhkan rumah sakit.
“Kemarin kita juga menyiapkan anggaran untuk bantuan tugas belajar. Jadi siapa pun yang mau mengambil spesialis di bidang yang memang kita butuhkan di sini, biayanya akan kita tanggung sepenuhnya. Semua biaya akan diganti, tetapi dengan ketentuan mereka harus bekerja di sini dengan kontrak minimal 15 tahun,” terang Halikinnor.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong munculnya tenaga dokter spesialis lokal yang berkomitmen mengabdi di RSUD dr. Murjani. Dengan adanya kontrak jangka panjang, pemerintah juga ingin memastikan keberlanjutan pelayanan medis di rumah sakit daerah utama Kotim tersebut.
“Harapan kita, mereka yang mendapatkan kesempatan ini benar-benar mengabdi di RSUD dr. Murjani Sampit. Kita ingin rumah sakit ini memiliki SDM yang lengkap, sehingga semua pelayanan bisa tersedia di daerah sendiri,” ujarnya.
Halikinnor menyebut, beberapa bidang spesialis yang saat ini masih belum tersedia di RSUD dr. Murjani antara lain spesialis bedah saraf dan spesialis jantung. Dua bidang ini dianggap sangat penting karena menjadi faktor utama yang menyebabkan pasien harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.
“Ke depan, kita akan upayakan agar layanan seperti bedah saraf dan jantung bisa tersedia di sini, termasuk untuk pemasangan ring jantung. Dengan begitu, masyarakat Kotim tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah,” tegasnya.
Namun, Bupati juga mengakui bahwa upaya ini tidak bisa dilakukan secara instan. Selain keterbatasan sumber daya manusia, kebutuhan anggaran yang besar menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas layanan dan melengkapi fasilitas medis di rumah sakit tersebut.
“Tentu ini memerlukan proses, karena bukan hanya persoalan sumber daya manusianya, tetapi juga sumber daya pembiayaan. Semuanya membutuhkan dana besar. Namun kita sudah memiliki master plan-nya, dan tahapan pengembangannya sudah kita susun dengan jelas,” ujarnya.
Dengan adanya rencana bertahap tersebut, Halikinnor optimistis RSUD dr. Murjani akan terus berkembang dari tahun ke tahun. Ia menegaskan, Pemkab Kotim berkomitmen penuh untuk menjadikan rumah sakit ini sebagai pusat layanan kesehatan rujukan utama di wilayah tengah Kalimantan.
“Tahun ke tahun kita akan melaksanakan pengembangannya secara step by step, agar pelayanan di RSUD dr. Murjani semakin lengkap dan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus jauh-jauh keluar daerah,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post