SAMPIT – Kondisi Jalan Bagandung di Kelurahan Samuda Kota, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menjadi sorotan. Jalan yang menjadi akses utama warga ini kini rusak parah, bahkan kerap dikeluhkan masyarakat karena membahayakan pengguna jalan.
Anggota DPRD Kotim dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Wahito Fajriannor, menyebut keluhan soal kerusakan jalan tersebut menjadi aspirasi paling dominan yang diterimanya saat masa reses. Ia pun mendesak Pemerintah Kabupaten Kotim segera melakukan perbaikan agar aktivitas warga tidak terus terganggu.
“Dari hasil serap aspirasi kemarin, mayoritas warga mengeluhkan kondisi Jalan Bagandung. Jalan ini sudah lama rusak, berlubang di banyak titik, dan sering tergenang air ketika hujan,” ungkap Wahito, Kamis 16 Oktober 2025.
Politisi muda Partai Demokrat itu menuturkan, menurut warga setempat, jalan tersebut terakhir kali dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Didik Salmijardi, lebih dari 20 tahun silam. Setelah itu, tak pernah ada perbaikan besar, hanya tambal sulam seadanya.
“Bayangkan, lebih dari dua dekade jalan vital ini belum tersentuh perbaikan berarti. Padahal setiap hari dilalui masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Ini jelas membahayakan,” ujarnya menegaskan.
Fajrin sapaan akrabnya juga mengingatkan janji pemerintah daerah yang sempat disampaikan Bupati Halikinnor untuk memperbaiki jalan tersebut. Namun, hingga kini janji itu belum terealisasi, sementara kondisi lapangan terus memburuk.
“Warga masih menunggu realisasi janji itu. Pemerintah jangan hanya menyampaikan rencana, tapi harus ada tindakan nyata. Kerusakan di Jalan Bagandung sudah di tahap mendesak,” tegasnya.
Ia berharap perbaikan infrastruktur di Samuda menjadi prioritas dalam program pembangunan daerah. Menurutnya, Samuda merupakan wilayah bersejarah dan padat penduduk, sehingga layak mendapatkan perhatian khusus dari Pemkab Kotim.
“Samuda ini termasuk wilayah tertua di Kecamatan MHS, dan aktivitas ekonominya cukup tinggi. Sudah selayaknya pembangunan di kawasan ini diprioritaskan, terutama jalan utama yang menjadi nadi pergerakan masyarakat,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post