SAMPIT – Ismanadi resmi menjabat sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) periode 2025–2030. Serah terima jabatan (sertijab) digelar di kantor Perumdam Tirta Mentaya, Senin 13 Oktober 2025 menandai dimulainya babak baru kepemimpinan di salah satu BUMD strategis daerah tersebut.
Ismanadi menyampaikan bahwa langkah awal yang akan ia lakukan adalah membangun komunikasi dan memahami kondisi internal perusahaan.
“Program jangka pendek pertama tentu berkenalan dan bersosialisasi dengan seluruh jajaran Perumdam Tirta Mentaya, untuk melihat apa saja yang perlu segera kita perbaiki. Informasi yang saya dapat, ada beberapa pipa yang kondisinya cukup mendesak dan harus segera diselesaikan. Ini menjadi prioritas awal karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya,Senin 13 Oktober 2025.
Selain persoalan teknis jaringan air, ia menyoroti pentingnya penataan sistem pembayaran pelanggan yang menunggak. Menurutnya, tingkat keterlambatan pembayaran pelanggan masih cukup signifikan dan perlu segera ditangani agar tidak menumpuk menjadi beban finansial bagi perusahaan.
“Ada sekitar 20 hingga 25 persen pelanggan yang menunggak, rata-rata satu hingga dua bulan. Meskipun belum tergolong banyak, kalau tidak segera dikelola akan berlarut-larut dan bisa berujung pada pemutusan sambungan. Karena itu, kami akan melakukan langkah-langkah penanganan agar pembayaran bisa kembali normal,” jelasnya.
Sebagai perusahaan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik sekaligus profit, Ismanadi menegaskan perlunya keseimbangan antara aspek teknis, manajerial, dan strategi bisnis. Salah satu program inovatif yang akan segera ia jalankan adalah pembentukan divisi pemasaran (marketing division) di tubuh Perumdam Tirta Mentaya.
“Saya berencana membentuk satu divisi marketing agar bisa menganalisis kebutuhan pelanggan dan memperluas jangkauan layanan. Selain kapasitas produksi, distribusi juga sangat penting. Jangan sampai pelanggan bertambah tapi kapasitas distribusinya lambat. Ini harus seimbang agar tidak menimbulkan kendala baru,” terangnya.
Dalam tiga bulan pertama masa jabatannya, Ismanadi menargetkan penyelesaian sejumlah persoalan mendesak, baik dari sisi teknis maupun administrasi pelanggan. Ia berharap langkah cepat ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja Perumdam Tirta Mentaya.
“Kita akan benahi sistem dan pelayanan secara bertahap, mulai dari perbaikan infrastruktur, efisiensi distribusi air, hingga peningkatan kesadaran pelanggan dalam membayar tagihan tepat waktu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ismanadi juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara manajemen dan seluruh pegawai Perumdam Tirta Mentaya agar visi pelayanan air bersih yang berkelanjutan dapat terwujud.
“Kunci keberhasilan itu kolaborasi. Saya ingin membangun tim kerja yang solid, profesional, dan fokus pada pelayanan prima. Dengan dukungan semua pihak, saya optimistis Perumdam Tirta Mentaya bisa semakin maju dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Kotim,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post