SAMPIT – Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi dilantik untuk masa bakti 2025–2029. Dengan semangat baru, IPSI bertekad menjadikan organisasi ini sebagai “huma betang” atau rumah besar bagi seluruh perguruan pencak silat di daerah, guna memperkuat persaudaraan dan melahirkan atlet berprestasi.
Ketua IPSI Kotim, Riskon Fabiansyah, mengatakan tema pelantikan kali ini menegaskan komitmen untuk menjadikan IPSI sebagai wadah yang solid, berprestasi, dan berbudaya. “Kami ingin IPSI menjadi wadah pemersatu bagi semua perguruan. Di sini kita bersama, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai huma betang,” ujarnya usai pelantikan di Aula Islamic Center Sampit, Minggu 5 Oktober 2025.
Dia menargetkan IPSI Kotim mampu mempertahankan predikat juara umum pada Porprov 2026 mendatang di Kotawaringin Barat. “Tahun 2023 kita berhasil meraih tujuh emas, enam perak, dan delapan perunggu. Itu hasil kerja keras bersama, dan kami optimistis bisa mengulang kesuksesan itu,” katanya.
Riskon menuturkan, IPSI terus melakukan pembinaan atlet di tingkat perguruan dan sekolah. Saat ini terdapat 17 perguruan aktif di bawah naungan IPSI yang juga mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di berbagai satuan pendidikan. “Kaderisasi dari sekolah sangat penting agar regenerasi atlet terus berjalan,” tambahnya.
Dia juga berharap dukungan pemerintah daerah dalam implementasi Perda Keolahragaan agar pembinaan semakin maksimal. “Kalau perda itu dijalankan dengan baik, bukan tidak mungkin Kotim bisa menjadi tuan rumah event olahraga tingkat nasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim, Masri, menyatakan pemerintah daerah siap mendukung pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya dan olahraga. “Pencak silat bukan sekadar bela diri, tetapi juga pembentuk karakter dan kepribadian. Karena itu, pemerintah akan terus memberi dukungan agar budaya dan olahraga ini tetap lestari,” ucapnya.
Masri juga berpesan agar seluruh pengurus dan anggota IPSI menjaga sportivitas serta menjunjung tinggi nilai moral dan etika. “Jadilah pesilat yang berakhlak mulia, berjiwa ksatria, dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” pesannya.
Ketua Panitia, Dadang Siswanto, menambahkan bahwa pelantikan pengurus kali ini menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pencak silat di Kotim. “Ini bukan sekadar pelantikan, tapi awal dari langkah besar membangun prestasi dan persaudaraan antarperguruan,” ujarnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post