SAMPIT – Gerakan pangan murah di Taman Kota Sampit yang digelar serentak sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kotawaringin Timur (Kotim).
Pasalnya, kegiatan ini dilaksanakan berbarengan dengan pawai pembangunan, sehingga ada kekhawatiran antusiasme masyarakat justru terfokus pada tontonan pawai.
“Baru tadi malam kita terima undangan rapat via zoom mengenai gerakan pangan murah. Ini instruksi langsung dari Mendagri yang dipimpin oleh Pak Sekjen bersama kementerian terkait, dimana semua kabupaten diwajibkan melaksanakan pangan murah di seluruh kecamatan se-Indonesia,” kata Irawati, Kamis 28 Agustus 2025.
Ia menjelaskan, setiap kecamatan dibebankan untuk melaksanakan penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog sebanyak delapan ton. Namun, dengan waktu persiapan hanya satu hari, Pemkab Kotim tidak bisa memaksakan target tersebut.
“Paling tidak kita sudah meminta para camat melakukan sosialisasi secara masif, karena memang waktunya sangat singkat. Jadi harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing kecamatan,” ucapnya.
Untuk kegiatan terpusat yang dihubungkan langsung dengan Kemendagri, pelaksanaannya akan dipusatkan di Taman Kota Sampit Kecamatan MB Ketapang. Dalam kesempatan itu, Irawati meminta dukungan dari seluruh kecamatan agar kegiatan berjalan lancar.
“Dari 17 kecamatan, saya minta minimal 30 kupon per kecamatan. Kalau dijumlahkan, totalnya sekitar 510 kupon atau kurang lebih 2,5 ton beras,” jelasnya.
Meski begitu, ia tidak menampik bahwa adanya pawai pembangunan yang juga digelar pada Sabtu dapat memengaruhi jumlah masyarakat yang hadir ke gerakan pangan murah.
“Kita tidak bisa menduga apakah kegiatan nanti berjalan sesuai harapan atau justru masyarakat lebih memilih menonton pawai. Makanya saya minta agar camat benar-benar mendukung dengan mengerahkan masyarakatnya membeli kupon beras,” tegasnya.
Irawati menambahkan, selain mendukung pangan murah yang dipusatkan di Taman Kota, masing-masing kecamatan juga tetap diwajibkan melaksanakan kegiatan serupa di wilayahnya. Dengan begitu, pemerataan akses pangan murah bisa benar-benar dirasakan masyarakat.
“Harapan kita, meski waktunya singkat, kegiatan ini tetap memberi manfaat dan dapat berjalan lancar,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post