SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi membuka kegiatan Sampit Trade Expo 2025 yang digelar selama sepekan, 23 hingga 30 Agustus 2025. Acara tahunan ini kembali menjadi ajang promosi produk unggulan daerah sekaligus sarana memperkuat perekonomian masyarakat.
Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Sampit Trade Expo bukan hanya pameran produk, melainkan juga momentum kebangkitan ekonomi di bulan kemerdekaan.
“Sampit Trade Expo terbukti mampu memberikan andil dalam promosi produk unggulan daerah dan meningkatkan perkembangan ekonomi. Tahun ini diselenggarakan bertepatan dengan HUT ke-80 Republik Indonesia, sehingga sekaligus menjadi semangat kemerdekaan untuk memajukan ekonomi Kotim,” ucap Halikinnor saat membuka kegiatan, Sabtu 23 Agustus 2025.
Ia menekankan pentingnya mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia dengan membeli produk lokal. Hal ini diyakini mampu memperkuat daya saing UMKM serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Mari kita dukung bersama gerakan penggunaan produk dalam negeri. Produk lokal kita tidak kalah kualitasnya dengan produk impor. Selain itu, Sampit Trade Expo juga menjadi sarana bagi instansi pemerintah untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui pelayanan publik yang ditampilkan,” lanjutnya.
Bupati juga mengingatkan seluruh pengunjung agar menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan selama acara berlangsung. Ia berharap pameran ini memberi manfaat luas, mulai dari peningkatan kualitas produk lokal, perluasan jaringan bisnis, hingga mampu menembus pasar nasional maupun internasional.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim, Johny Tangkere, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini menggandeng UMKM Harati Jaya sebagai event organizer. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk merangkul UMKM sebagai mitra strategis.
“Peserta tahun ini mencapai 160 stan, terdiri dari instansi pemerintah, BUMN, BUMD, perbankan sebanyak 50 peserta, pedagang luar daerah 30 peserta, pedagang lokal 40 peserta, serta pedagang kaki lima 40 peserta,” papar Johny.
Lebih lanjut, ia menyebutkan potensi perputaran ekonomi dari pameran ini diproyeksikan mencapai Rp6,1 miliar. Rinciannya, transaksi jual beli masyarakat sekitar Rp3 miliar, omzet penyelenggara Rp2 miliar, omzet dari transaksi di luar area pameran Rp1 miliar, serta potensi pendapatan daerah dari retribusi sebesar Rp100 juta.
Tak hanya pameran dagang, Sampit Trade Expo 2025 juga menghadirkan Job Fair yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kotim. Sedikitnya 15 perusahaan ikut serta dengan membuka 598 lowongan kerja untuk 52 jenis jabatan, mulai dari guru, tenaga kesehatan, sopir, teknisi, hingga asisten manajer.
Selain itu, lembaga pelatihan kerja dari Banjarmasin dan Sampit, termasuk LPP Enter Borneo, turut hadir menyiapkan tenaga kerja muda agar dapat bersaing bahkan hingga ke luar negeri, seperti Jepang.
“Kami berharap Sampit Trade Expo tahun ini benar-benar memberi manfaat bagi semua lapisan masyarakat. Selain menggairahkan pertumbuhan ekonomi, kegiatan ini juga membuka peluang kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kotim,” tutup Johny.
Sampit Trade Expo 2025 dijadwalkan berlangsung selama sepekan dengan berbagai kegiatan hiburan, promosi produk, pelayanan publik, hingga bursa kerja yang dapat diakses masyarakat secara gratis.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post