SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, meninjau langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Jalan Jenderal Sudirman Km 14, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan MB Ketapang, Jumat 18 Juli 2025. Ia didampingi jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Bina Marga setempat.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan progres penanganan sampah yang sempat menumpuk di lokasi tersebut. Halikinnor menegaskan bahwa penanganan sudah menunjukkan hasil yang baik dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.
“Jadi ini saya mengecek langsung tindak lanjut yang dilakukan DLH, dengan dibantu oleh OPD lain terutama Dinas Bina Marga, bagaimana penanganan sampah. Alhamdulillah ini sudah ada penguraian, ada beberapa yang sudah bisa diuruk. Jalan yang kemarin belum ada, sekarang sudah dibuat supaya nanti ini secara bertahap bisa selesai,” katanya, Jumat 18 Juli 2025.
Ia optimis, penanganan tumpukan sampah bisa tuntas paling lambat dua bulan ke depan. Bahkan, target utama adalah penyelesaian pada September 2025.
“Harapan kita dalam satu hingga dua bulan ini sudah bersih semua. Saya sudah merencanakan bagaimana penanganan sampah ke depan supaya tidak sempat menumpuk lagi baru kita tangani. Jadi nanti setiap hari sudah ada lobang-lobang atau tempat pembuangan, sehingga menjadi kawasan yang rata,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan akan memprioritaskan anggaran untuk menyelesaikan persoalan sampah. Bila perlu, beberapa program lain akan ditunda demi mendahulukan kebersihan dan kesehatan lingkungan.
“Kalau misalnya anggarannya kurang, saya mungkin bisa menunda program lain. Tapi sampah ini prioritas. Karena kalau program lain tertunda, itu tidak terlalu berdampak langsung. Tapi sampah, kalau menumpuk begini, menyebarkan bau, bisa kena sanksi, masyarakat pasti ribut,” tegasnya.
Selain penanganan jangka pendek, ia menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang, termasuk pembuatan master plan dan penambahan perlengkapan pengelolaan sampah secara menyeluruh.
“Ini perlu kerjasama komprehensif. Tidak mungkin hanya satu atau dua OPD saja. Penduduk bertambah, sampah juga makin banyak. Jadi perencanaannya harus matang,” lanjutnya.
Tak hanya pemerintah, Halikinnor juga mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam membuang sampah, baik dari sisi waktu maupun sistem pemilahan antara sampah organik dan non-organik.
“Setelah melihat ini, saya baru terpikir, tidak banyak yang tahu kalau tumpukan sampah bisa separah ini. Karena sampah datang setiap hari. Saya imbau masyarakat mentaati jam buang sampah ke depo. Kalau bisa juga ada pemilahan, supaya lebih mudah ditangani,” ucapnya.
Menurutnya, kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Ia berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan agar permasalahan serupa tidak terulang di kemudian hari.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post