SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Kotim atas keberhasilannya mengungkap kasus besar peredaran narkotika dan menyita barang bukti sabu seberat kurang lebih 3 kilogram.
Barang bukti tersebut resmi dimusnahkan sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di daerah. Wakil Bupati Kotim, Irawati, yang hadir dalam kegiatan pemusnahan tersebut menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras aparat kepolisian yang telah berhasil menggagalkan peredaran narkoba dalam jumlah besar.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Kotim atas keberhasilan ini. Pemusnahan barang bukti ini adalah bukti nyata dari keseriusan kita semua dalam memerangi narkoba,” ujar Irawati, Senin 14 Juli 2025.
Menurutnya, penanganan kasus narkotika tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara seluruh komponen, baik dari kepolisian, TNI, kejaksaan, pengadilan, hingga dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat.
“Pemerintah daerah sangat mendukung sinergi yang selama ini telah terjalin antara Polri, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, serta instansi terkait lainnya. Ini adalah kolaborasi penting dalam mewujudkan Kotawaringin Timur yang bersih dan bebas dari narkoba,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Irawati juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan. Ia menegaskan bahwa peran aktif keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk melindungi generasi muda dari jerat narkotika.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap bahaya narkoba. Jangan biarkan anak-anak kita kehilangan masa depan karena pengaruh zat berbahaya ini,” tegasnya. Dia pun menegaskan bahwa narkoba adalah musuh bersama yang harus dilawan tanpa kompromi.
Dampaknya yang merusak tidak hanya bagi individu, tapi juga bagi masa depan bangsa, membuat perlawanan terhadapnya harus terus digencarkan di semua lini. “Narkoba bisa merusak generasi penerus dan menghancurkan harapan keluarga. Komitmen kita bersama harus terus diperkuat agar wilayah ini tetap aman, sehat, dan sejahtera,” tutup Irawati penuh harap.
Kegiatan pemusnahan sabu ini menjadi simbol dari keberanian aparat dan keseriusan pemerintah dalam melindungi warganya dari ancaman narkotika. Pemerintah Kotim memastikan akan terus mendukung penuh setiap langkah hukum dan preventif untuk menjaga generasi muda dan masa depan daerah.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post