SAMPIT – Pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) periode 2025–2029 memasuki tahapan penting. Hingga hari terakhir pengambilan formulir pada Selasa, 1 Juli 2025, sebanyak 10 orang tercatat resmi mengambil formulir pencalonan.
Ketua Caretaker KONI Kotim Heriansyah menyampaikan rasa bangga atas antusiasme tinggi para calon pemimpin baru di tubuh KONI daerah. “Ini luar biasa. Artinya animo masyarakat yang ingin memimpin KONI Kotim sangat tinggi. Ada dari unsur eksekutif, legislatif, pengurus cabang olahraga (Cabor) dan juga pemerhati olahraga. Dinamikanya sangat berkembang,” ujar Heriansyah, Selasa 1 Juli 2025.
Ia menegaskan, proses ini dilakukan sesuai regulasi karena kepengurusan sebelumnya telah melewati 50 persen masa jabatan. Setelah pengambilan formulir ditutup, para calon diberi waktu hingga 7 Juli 2025 untuk mengembalikan berkas persyaratan kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).
“Verifikasi administrasi akan dilakukan oleh TPP. Bila dari 10 orang ini tidak ada yang memenuhi syarat, maka jadwal akan diperpanjang. Tapi saya yakin, komunikasi para calon dengan cabor akan menghasilkan dukungan yang cukup,” ujarnya optimistis.
Dalam sistem yang disepakati, hanya maksimal tiga calon dengan dukungan minimal 30 persen suara sah yang akan melaju ke tahap musyawarah. Heriansyah juga menekankan pentingnya kesinambungan visi KONI ke depan, terlebih menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Salah satu calon, Andri Rizky Agustian menyampaikan komitmennya untuk membawa olahraga Kotim menjadi lebih baik. “Visi saya sederhana tapi kuat, membenahi persoalan-persoalan olahraga yang ada dan menjadikan Kotim sebagai barometer olahraga di Kalimantan Tengah. Kita harus mempertahankan gelar juara umum Porprov dan itu perlu kerja nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah cabor telah menyatakan kesiapannya memberikan dukungan. “Insya Allah, saya optimis bisa memenuhi syarat pencalonan. Sekarang tinggal melengkapi persyaratan teknis seperti SKCK, surat bebas narkoba, dan lainnya. Kalau lengkap, segera kami kembalikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim, Wiyono, menyambut positif banyaknya calon yang mengambil formulir. Menurutnya, ini pertanda baik bagi iklim demokrasi dan pembinaan olahraga di daerah.
“Kita harap yang terpilih benar-benar siap bekerja. Dispora siap mendukung penuh, sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah daerah. Kita ingin kolaborasi yang kuat antara KONI dan OPD agar prestasi atlet meningkat baik di level provinsi maupun nasional,” katanya.
Terkait pelaksanaan musyawarah, Wiyono menyebutkan jadwal telah ditetapkan pada 11–12 Juli 2025. Ia juga mendorong agar susunan kepengurusan KONI ke depan lebih segar. “Saya berharap 60 persen diisi oleh anak-anak muda generasi Z dan milenial agar lebih cepat mengikuti perkembangan teknologi dalam pengembangan olahraga,” harapnya.
Ditegaskan Wiyono, setelah Ketua KONI terpilih, mereka diharapkan langsung tancap gas mempersiapkan agenda besar Porprov 2026, termasuk program pelatihan atlet yang dimulai pada 2025 dan didukung oleh anggaran perubahan. “Kita ingin Porprov ini sukses, bukan hanya dari sisi prestasi, tapi juga dari sisi pengelolaan yang terencana,” tutupnya.
Musyawarah pemilihan Ketua KONI Kotim menjadi titik krusial bagi kelanjutan prestasi olahraga daerah. Dengan 10 figur yang telah mengambil formulir, publik kini menantikan siapa yang layak dan siap membawa KONI Kotim terus melaju menuju kejayaan.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post