SAMPIT – Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) untuk pemilihan Ketua KONI Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi memulai tahapannya. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim, Wiyono menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap proses demokrasi di tubuh KONI, sekaligus harapan agar lahir kepemimpinan baru yang amanah dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Rencana pelaksanaan Musorkablub dimulai 29 Juni 2025 dengan pendaftaran dan pengambilan formulir. Harapan kami proses pemilihan ketua KONI berjalan aman, lancar, dan terpilih sosok yang bisa mendukung semua cabang olahraga, memfasilitasi prestasi atlet di Kotim,” kata Wiyono, Sabtu 28 Juni 2025.
Pemerintah daerah, lanjutnya, mendorong lahirnya sosok ketua KONI yang bisa mengayomi atlet, mampu membangun komunikasi cepat dan efisien dengan pengurus cabor, serta peka terhadap perkembangan teknologi. “Kita butuh figur ketua yang tidak gaptek, bisa mempercepat koordinasi antara cabor, atlet, dan KONI. Dengan begitu, atlet bisa lebih semangat dan fokus mengejar prestasi baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Wiyono menegaskan, waktu yang singkat menjelang agenda Porprov 2026 harus dimanfaatkan maksimal. Ia berharap ketua terpilih segera menyusun kepengurusan dan memprioritaskan cabor-cabor yang berpotensi menyumbang medali dalam Porkab yang akan digelar terlebih dahulu sebagai ajang seleksi.
“Setelah ketua baru terpilih, harus segera membentuk tim untuk persiapan Porkab dan Porprov 2026. Pemerintah sudah mendukung dari sisi anggaran, tinggal kami laksanakan. Pendaftaran kami buka luas hingga 2 Juli 2025,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Caretaker KONI Kotim, Heriansyah memastikan seluruh tahapan Musorkablub telah disusun dan dijalankan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI. Dia menyebutkan proses pendaftaran dan penjaringan calon akan diawasi ketat oleh tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).
“Kita sudah sosialisasi dari awal agar tidak ada perbedaan persepsi. Tahapan seperti pembentukan panitia, pembukaan pendaftaran, pemasukan berkas hingga musyawarah, semua dilakukan sesuai AD/ART,” ungkapnya. Heriansyah menjelaskan, pembukaan pendaftaran dilakukan mulai 29 Juni dan ditutup pada 2 Juli. Pengembalian berkas calon dijadwalkan pada 7 Juli, dan pada tanggal tersebut pula TPP akan mulai melakukan verifikasi terhadap dokumen yang masuk.
“Sesuai ketentuan, calon harus mendapat minimal 30 persen dukungan dari cabor. Dengan total peserta aktif sekitar 30 cabor, maksimal hanya tiga calon yang bisa lolos secara administratif,” jelasnya. Dia menambahkan, hanya cabor dengan SK yang masih berlaku hingga batas akhir pemasukan berkas yang berhak memberi dukungan dan suara dalam Musorkablub. Sedangkan cabor yang belum memperpanjang SK tetap diundang namun hanya sebagai peninjau.
“Dari 30 cabor yang aktif, 24 sudah update SK. Sisanya kami fasilitasi untuk mengurus ke provinsi, tapi keputusan tetap ada di masing-masing cabor. Kita tidak intervensi, hanya memfasilitasi. Nanti saat pengembalian berkas, SK yang belum diperpanjang tidak bisa digunakan untuk memberikan suara,” katanya.
Heriansyah juga menekankan bahwa seluruh proses pemilihan ini terbuka untuk semua pihak yang peduli dengan olahraga di Kotim. Ia mengajak seluruh insan olahraga menjaga transparansi dan sportivitas dalam proses pemilihan ini. “Semua terbuka, tidak ada yang kami tutup-tutupi. Siapapun boleh mendaftar asal memenuhi syarat. Kita ingin pemimpin KONI yang benar-benar lahir dari proses yang sah dan mampu membawa prestasi olahraga Kotim ke tingkat lebih tinggi,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post