SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati, mengajak generasi muda, khususnya Gen-Z dan Gen-Alpha, untuk menjadi pelaku utama dalam gerakan penyelamatan lingkungan dari ancaman sampah plastik.
“Saya ingin mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Gen-Z dan Gen-Alpha, mari jadi bagian dari solusi dan pelopor gaya hidup minim plastik. Jadi peneliti, inovator, aktivis, atau bahkan wirausaha lingkungan. Kalian bukan generasi penonton, tapi generasi pelaku perubahan,” tegas Irawati, Rabu 11 Juni 2025.
Ia mengajak generasi muda membangun gerakan penyadaran publik melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari membiasakan mengambil makanan secukupnya, belanja sesuai kebutuhan, membawa kantong belanja sendiri, hingga menolak penggunaan plastik sekali pakai seperti sedotan, tisu, dan wadah styrofoam.
“Biasakan bawa tumbler, bawa alat makan guna ulang, dan hindari makanan dalam kotak. Bahkan biasakan bawa wadah sendiri saat membeli makanan. Komposkan sisa makanan di rumah atau lingkungan. Setiap langkah kecil kita, mulai dari memilah sampah hingga mendukung produk daur ulang, akan memberi dampak besar bagi generasi mendatang,” ucapnya.
Irawati menekankan bahwa bumi tidak membutuhkan manusia, tetapi manusialah yang membutuhkan bumi. Karena itu, seluruh lapisan masyarakat perlu bahu-membahu mewariskan lingkungan yang sehat, bukan tumpukan sampah plastik.
Ia menegaskan pentingnya kebijakan dan aksi nyata di tingkat daerah untuk mengakselerasi pengurangan sampah plastik. Di antaranya, mempercepat implementasi kebijakan pengurangan plastik, menegakkan Peraturan Menteri LHK No. P.75/2019 melalui perda, serta melarang penggunaan plastik sekali pakai di instansi pemerintah, industri, pasar, dan perkantoran.
“Perluasan gerakan sadar sampah dan ekonomi sirkular juga penting. Kita perlu mendorong bank sampah, industri daur ulang, dan kerja sama dengan UMKM untuk produk ramah lingkungan. Edukasi dan gerakan massal bersih-bersih harus digerakkan rutin,” tambahnya.
Kampanye pengendalian plastik sekali pakai di berbagai fasilitas publik, sekolah, tempat ibadah, dan pasar juga terus digaungkan. Ia mengajak masyarakat mengikuti Gerakan Budaya Indonesia Bersih Sampah setiap bulan sebagai bentuk komitmen bersama.
“Pemerintah pusat juga memberi dukungan, termasuk insentif bagi daerah berprestasi, peningkatan pendampingan teknis, alokasi dana khusus lingkungan, hingga pengawasan ketat terhadap industri yang tidak patuh dalam pengelolaan sampah plastik,” tutup Irawati.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post