SAMPIT – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kotawaringin Timur menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian IPM Kotim tahun 2024 mencapai 74,47 poin, naik dari 73,99 poin pada 2023 dan 73,45 poin di tahun 2022.
Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, menjelaskan bahwa peningkatan IPM tersebut merupakan cerminan dari membaiknya kualitas hidup masyarakat.
“Kenaikan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. IPM menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan manusia,” ujarnya, Senin 9 Juni 2025.
Secara rinci, komponen pembentuk IPM turut menunjukkan perbaikan. Angka Harapan Hidup (AHH) meningkat dari 73,99 tahun pada 2022 menjadi 74,38 tahun di 2024.
Rata-rata Lama Sekolah (RLS) juga bertambah dari 8,16 tahun pada 2022 menjadi 8,18 tahun di 2024, sementara Harapan Lama Sekolah naik menjadi 12,89 tahun di tahun yang sama.
“Peningkatan pendidikan mencerminkan makin terbukanya akses pendidikan formal bagi masyarakat Kotim. Ini hasil kolaborasi banyak pihak dalam mendorong kesadaran akan pentingnya sekolah,” tambah Eddy.
Sementara dari sisi daya beli, pengeluaran per kapita yang disesuaikan naik signifikan dari Rp12,048 juta pada 2022 menjadi Rp13,042 juta pada 2024.
“Peningkatan ini memperlihatkan membaiknya kondisi ekonomi rumah tangga dan makin kuatnya fondasi kesejahteraan masyarakat kita,” tegasnya.
Eddy menekankan, IPM tidak hanya menjadi indikator statistik, tetapi juga menjadi acuan penting dalam penentuan alokasi dana pusat seperti Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Insentif Daerah (DID).
“Karena itu, capaian ini harus terus dijaga dan ditingkatkan agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat,” tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post