SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menaruh perhatian besar terhadap peran strategis petani dalam membangun ketahanan pangan daerah. Semangat petani disebut sebagai pondasi utama dalam mewujudkan kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Wakil Bupati Kotim Irawati menyampaikan, pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan.
“Peningkatan produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung, akan menjadi fokus pengembangan ke depan,”kata Irawati, Senin 9 Juni 2025.
Ia menilai, dengan dukungan teknologi, permodalan, dan kelembagaan yang kuat, pertanian di Kotim akan tumbuh lebih optimal dan berkelanjutan.
“Semangat petani sekalian menjadi pondasi utama dalam mewujudkan kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Ke depan, saya harapkan produktivitas pertanian jagung dapat terus meningkat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, akses permodalan yang lebih luas, serta penguatan kelembagaan tani,” harapnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari jumlah produksi, tetapi juga dari penguatan rantai pasok yang efisien, peningkatan akses pasar bagi petani, serta penerapan sistem pertanian yang ramah lingkungan.
Semua aspek tersebut dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan sektor pertanian dan memberikan manfaat ekonomi secara merata.
“Selain peningkatan produksi, kita juga mendorong penguatan rantai pasok, akses pasar, serta keberlanjutan sistem pertanian yang ramah lingkungan dan berbasis komunitas,” lanjutnya.
Ia menyebut, dalam beberapa tahun terakhir, geliat sektor pertanian di Kotim menunjukkan tren positif. Namun demikian, tantangan seperti fluktuasi harga, keterbatasan infrastruktur pertanian, dan akses pasar yang belum merata masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Oleh karena itu, Pemkab akan terus mendorong sinergi antarlembaga serta menjembatani petani dengan pelaku usaha, perbankan, dan penyedia teknologi pertanian,”tegasnya.
Dengan langkah-langkah konkret tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotim berharap pertanian tidak hanya menjadi penopang ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi desa yang inklusif dan berdaya saing tinggi.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post