SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, menyatakan keprihatinannya terhadap sikap industri plastik yang menolak mengurangi produksi plastik polimer sebagai bahan baku produk sekali pakai. Hal itu disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup belum lama ini.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab industri harus sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
“Saya mendengar bahwa pihak industri plastik menolak untuk mengurangi produksi plastik polimer. Maka sebagai perwujudan mencapai target SDG 12, sudah sepantasnya mereka bertanggung jawab mengurangi dan menghentikan secara bertahap produk sekali pakai yang berdampak serius bagi lingkungan dan kesehatan,” tegas Irawati, Senin 9 Juni 2025.
Ia menyebutkan produk-produk seperti kantong belanja, kemasan sachet dan pouch, botol plastik, wadah styrofoam, sedotan, hingga sendok dan piring plastik menjadi beban besar bagi daerah karena sulit atau bahkan tidak bisa didaur ulang. Karena itu, menurutnya, industri harus mulai beralih ke desain yang ramah lingkungan.
“Desain produk harus memudahkan untuk diguna ulang, diisi ulang, dikembalikan, didaur ulang, dan memiliki daya tahan yang panjang. Itu bentuk tanggung jawab nyata dari pelaku usaha dan industri terhadap masa depan bumi,” lanjutnya.
Irawati juga menekankan pentingnya pendekatan hulu dan hilir dalam pengelolaan plastik. Selain mengubah desain produk, industri juga wajib menarik dan mengumpulkan kembali plastik pasca konsumsi untuk diolah kembali. Langkah tersebut, menurutnya, akan memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan internasional.
Yang mana menurutnya hal itu tentu harus didukung dari semua stakeholder dimulai dari pemerintahan di tingkat paling dasar di daerah-daerah.
“Dengan sikap tegas di dalam negeri, Indonesia bisa hadir lebih kuat dalam perundingan International Legally Binding Instrument (ILBI) tentang polusi plastik, yang rencananya akan disepakati pada putaran kelima di Jenewa, Agustus 2025 nanti,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post