SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMPP) akan segera mengambil langkah konkret usai libur panjang dengan mengajak para pedagang ikan, ayam, dan sayur di sepanjang Jalan Sukabumi dan sekitar Pasar Keramat untuk masuk ke kios resmi.
“Kita akan turun setelah libur, data ulang pedagang, dan ajak mereka masuk ke dalam. Di Pasar Keramat masih ada 68 kios atau los yang belum terisi. Ini akan kita manfaatkan,” kata Plt Kepala Dinas KUKMPP Kotim, Johny Tangkere, Selasa 28 Mei 2025.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pedagang yang menyewa kios dari pihak pribadi karena seluruh fasilitas tersebut milik pemerintah daerah.
“Kalau ada yang sewa ke pribadi, akan kita potong. Itu milik Pemda. Jangan sampai mereka bayar sewa ke oknum,” tegasnya.
Menurut Johny, persoalan penataan pasar tidak bisa hanya dibebankan kepada Satpol PP atau dinasnya semata, tetapi merupakan isu lintas sektor. Ia menyoroti masuknya ayam murah dari Kalimantan Selatan yang membanjiri pasar lokal, berdampak pada jatuhnya harga dan merugikan peternak ayam lokal.
“Kalau kelebihan suplai dari luar dibiarkan masuk terus, yang mati peternak kita. Dinas Pertanian harus hitung kebutuhan kita, kalau kurang baru minta pasokan dari luar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya stabilisasi harga dan perlindungan terhadap pedagang yang berjualan resmi di dalam pasar. Banyak dari mereka kalah bersaing karena pedagang di luar pasar menjual dengan harga lebih murah dan tanpa retribusi.
“Kita tidak melarang orang berdagang, tapi silakan di lokasi yang ditetapkan. Ini soal ketertiban dan keadilan,” tandasnya.
Terkait harga ayam, Johny mengakui bahwa aturan sudah diatur dalam Peraturan Menteri sejak 2018, namun pelaksanaannya di lapangan kerap berbeda karena adanya persaingan bisnis dan keberadaan broker.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post