SAMPIT – Distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Kotawaringin Timur bakal diawasi lebih ketat. Bupati Kotim Halikinnor berencana membentuk tim khusus untuk memastikan bantuan tersebut benar-benar sampai ke petani yang berhak dan tidak disalahgunakan.
“Distribusi pupuk bersubsidi ini harus benar-benar diawasi. Saya akan bentuk tim khusus yang diketuai oleh Sekda dan Asisten II untuk memantau penyalurannya agar tepat sasaran,” tegas Halikinnor, Jumat 9 Mei 2025.
Menurutnya, regulasi terkait penyaluran pupuk sudah jelas, namun pengawasan di tingkat bawah masih lemah. Ia khawatir jika tidak dilakukan langkah konkret, bantuan pupuk bersubsidi justru akan diselewengkan dan merugikan petani kecil.
Selain pengawasan ketat, Halikinnor juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan inventarisasi ulang terhadap kebutuhan petani. Ia menilai, pendataan tersebut penting agar distribusi bantuan seperti pupuk dan peralatan pertanian tepat sasaran.
“Saya minta OPD terkait untuk menginventarisasi kembali apa saja kebutuhan yang diperlukan oleh para petani sehingga tidak ada kendala seperti peralatan alsintan, pupuk, dan lain sebagainya dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kotim,” ujarnya.
Halikinnor menekankan, sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi Kotim. Karena itu, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar petani bisa terus produktif dan kesejahteraan mereka terjamin.
Lebih lanjut, Bupati menggarisbawahi pentingnya sinergi antara OPD dan kelompok tani agar setiap kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan.
“Kita tidak bisa bicara ketahanan pangan kalau kebutuhan petani kita tidak terpenuhi. Maka dari itu, saya tekankan agar pendataan ini dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” tandasnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kotim akan terus berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui kebijakan yang berpihak kepada petani.
“Kita ingin petani kita sejahtera dan produksi pertanian meningkat. Kalau itu tercapai, maka ketahanan pangan daerah akan kuat dan masyarakat tidak akan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post