SAMPIT – Harapan masyarakat Kecamatan Telaga Antang untuk menikmati akses jalan mulus di Jalan Buana Mustika akhirnya akan terwujud. Setelah bertahun-tahun menanti, proyek pengaspalan jalan sepanjang 2,2 kilometer tersebut dipastikan tetap berjalan meski sejumlah proyek lain terkena efisiensi anggaran.
“Dulu, saat awal Pak Bupati Halikinnor menjabat periode pertama, pembangunan jalan ini sudah direncanakan. Tetapi tiba-tiba ada pandemi COVID-19 sehingga ditunda,” kata Camat Telaga Antang, Sudar, mengenang, Kamis 8 Mei 2025.
Ia menambahkan, pada tahun 2024, proyek pengaspalan tersebut sempat kembali diusulkan namun tak kunjung mendapat porsi anggaran hingga akhir tahun.
“Alhamdulillah kabar baiknya, di awal 2025 ini Jalan Buana Mustika masuk dalam daftar enam proyek strategis yang akan dikerjakan Dinas SDABMBKPRKP Kotim,” ujarnya.
Sudar mengungkapkan, masyarakat Telaga Antang sangat antusias menyambut kabar tersebut. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses utama dari desa ke jalan poros Antang Kalang-Parenggean, sehingga kondisinya yang rusak berat selama bertahun-tahun sangat berdampak pada aktivitas warga.
“Mudah-mudahan segera terealisasi, karena selama ini akses jalan yang rusak sangat menghambat kegiatan warga,” pungkas Sudar.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menegaskan bahwa proyek ini tidak terdampak efisiensi karena dibiayai dari Dana Bagi Hasil (DBH) sawit.
“Anggaran pengaspalan jalan ini mencapai Rp13,8 miliar. Proyeknya tetap berjalan sesuai rencana, saat ini masih dalam tahap persiapan,” jelasnya.
Mentana menambahkan, proses persiapan saat ini mencakup pengambilan sampel material untuk pembuatan DMF. Ia berharap seluruh proses berjalan lancar agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai.
Masyarakat Telaga Antang kini menaruh harapan besar pada proyek ini.
Sebelumnya, Jalan Buana Mustika mengalami kerusakan parah dengan lubang besar di tengah jalan. Lubang tersebut hanya ditandai dengan ranting pohon kering, sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah .
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post