SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan dan Pembinaan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Irawati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kotim dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dunia pendidikan, dan dunia usaha, dapat terus memperkuat sinergi dalam upaya tersebut.
“Melalui forum ini, kami menegaskan komitmen bersama dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba dengan semangat gotong royong dan kearifan lokal Kalimantan Tengah,” ujarnya, Rabu 7 Mei 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalteng.
Rakor tersebut mengusung tema: “Semangat Huma Betang, Masyarakat Bergerak Bersama Melawan Narkoba – Kalimantan Tengah Berkah, Kalimantan Tengah Maju, Menuju Indonesia Emas 2045”.
Sebelumnya, Irawati juga telah melakukan kaji banding ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau dalam rangka persiapan pembangunan loka rehabilitasi bagi pecandu narkoba di Kotim.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung kesiapan Kalimantan Tengah dalam membangun loka rehabilitasi bagi pecandu narkoba.
“Pecandu narkoba perlu direhabilitasi untuk pemulihan, karena dipenjara tidak menjamin pecandu akan berhenti menggunakan narkoba,” ujar Irawati.
Selain itu, Ketua TP PKK Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, dalam paparannya mengangkat peran penting keluarga dalam menciptakan ketahanan terhadap bahaya narkoba. Ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi terbuka, memberikan pendidikan moral dan agama yang kuat, serta menjadi teladan dalam perilaku hidup sehat.
“Keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi pergaulan anak-anak, terutama di era digital yang penuh tantangan,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan kerja sama antara TP PKK dan BNNP Kalteng dalam penguatan ketahanan keluarga sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Rakor ini juga dihadiri oleh unsur Forkopimda, perwakilan bupati/wali kota, pimpinan OPD, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, hingga mahasiswa.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga, diharapkan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kotim, dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi generasi muda.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post