SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor meminta seluruh pejabat yang baru dilantik, baik sebagai pejabat definitif maupun pelaksana tugas (Plt), untuk menunjukkan kinerja terbaiknya melalui inovasi dan kreativitas. Dia menegaskan, kondisi terbatasnya sumber daya manusia (SDM) dan anggaran tidak boleh menjadi penghalang dalam mencapai target kerja dan memberikan pelayanan publik yang optimal.
“Inovasi dan kreativitas sangat diperlukan. Saya sudah masukkan stressing khusus bagi pejabat yang dilantik, maupun yang menjadi Plt yang merangkap jabatan. Contohnya kenapa pegawai kita kurang, kepala dinas tapi dibebankan tugas lagi dengan dinas yang satu lagi. Artinya pejabatnya kurang. Yang harusnya dua ternyata tinggal satu. Bagaimana dia memanage waktu dan pemikiran, karena tentunya OPD yang satu dan yang lain tidak sama tupoksinya,” kata Halikinnor, Sabtu 3 Mei 2025.
Menurutnya, tantangan seperti itu harus dijawab dengan kemampuan untuk memaksimalkan potensi dan sumber daya yang ada. Pejabat, lanjutnya, tidak bisa hanya fokus di satu dinas saja, tetapi harus mampu membagi perhatian secara proporsional dan terukur.
“Itulah kemampuan pejabat. Bagaimana memaksimalkan untuk berinovasi. Karena dalam menangani dua dinas tidak mungkin hanya di satu dinas saja dia diam. Namun mungkin bisa didelegasikan sebagian ke sekretaris untuk tugasnya, sehingga ada jam-jam tertentu untuk OPD yang satu dan yang lainnya,” tambahnya. Halikinnor juga mencontohkan pentingnya efisiensi dalam penggunaan waktu dan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan.
“Kalau misalnya kita mau kunjungan kerja keluar daerah, ada waktu lima jam. Apakah ada jalur lainnya yang bisa ditempuh lebih dekat untuk memperpendek waktu tiga atau empat jam? Berarti di situ bisa menghemat waktu. Seperti itu yang saya maksud, artinya berinovasi itu mencari cara bagaimana supaya kinerja atau target bisa tercapai dengan segala keterbatasan SDM maupun anggaran,” ujarnya.
Ia menekankan, pejabat yang ditunjuk terutama yang menjabat Plt dituntut untuk menjadi pribadi visioner dan tahan banting. Menurutnya, pejabat Plt hanya diberi waktu maksimal tiga bulan untuk membuktikan kinerjanya. “Makanya saya lihat nanti yang Plt juga, kalau memang tidak mampu melaksanakan tugasnya akan saya ganti. PLT itu saya batasi hanya tiga bulan, kalau tidak maksimal akan saya ganti lagi. Harus berinovasi,” tegasnya.
Sebagai contoh nyata, ia menyebut inovasi yang diterapkan di rumah sakit daerah. “Contohnya seperti rumah sakit, kalau hanya daftar manual, pasien satu hari bisa 400 sampai 500 bahkan sampai 600. Kalau mendaftar manual bisa dari pagi sampai sore belum juga terlayani. Maka inovasinya dibuat, misal ada aplikasi agar bisa mendaftar online, atau apoteknya juga ada penambahan, begitu juga SDM-nya. Sehingga tercapainya pelayanan publik yang baik,” katanya.
Halikinnor menegaskan bahwa kinerja seluruh pejabat yang baru dilantik akan terus dievaluasi secara berkala. “Pejabat yang baru dilantik ini akan terus kita evaluasi. Tiga bulan, enam bulan, kalau tidak bagus akan saya ganti. Ini tidak bisa linear, bekerja seperti dulu santai. Sudah bukan waktunya lagi, karena kita akan tertinggal jika masih gaya bekerja seperti itu,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post