SAMPIT – Seleksi kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2 formasi tahun 2024 resmi dimulai di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu 3 Mei 2025. Tes berbasis sistem Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) ini akan berlangsung hingga 7 Mei mendatang diikuti sebanyak 1.055 peserta yang telah terdaftar dalam database PPPK yang akan memperebutkan 195 formasi di Kotim.
Pj Sekda Kotim, Masri menegaskan bahwa seleksi ini merupakan kesempatan terakhir bagi peserta yang masuk dalam database untuk mengikuti proses pengangkatan menjadi ASN PPPK. “Sesuai ketentuan, seleksi ini hanya bisa diikuti oleh mereka yang sudah terdata dalam sistem. Ini kesempatan terakhir. Kalau tidak hadir, maka tidak ada lagi peluang untuk diusulkan sebagai ASN PPPK maupun tenaga paruh waktu. Itu sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat,” jelasnya, Sabtu 3 Mei 2025.
Ia menambahkan, peserta yang hadir diharapkan turut menyampaikan kepada rekan-rekan lainnya agar tidak melewatkan kesempatan ini. “Jangan sampai tidak hadir. Saya tekankan, tidak ada lagi kesempatan setelah ini. Pemerintah pusat sudah memberi batas waktu sampai Juni atau Juli tahun ini untuk pengangkatan tenaga kontrak. Kabupaten lain bahkan sudah mulai merumahkan. Kita masih diberi waktu hingga pertengahan tahun ini, dengan formasi yang ada hanya untuk yang ikut seleksi,” ujarnya.
Lebih lanjut Masri menyebutkan, mereka yang tidak mengikuti seleksi tahap kedua, atau karena tidak hadir, tidak akan bisa diusulkan lagi. “Kalau tidak hadir, tidak bisa kita usulkan. Kalau mereka yang hadir tes namun tidak lulus, nantinya bisa jadi masuk kelompok paruh waktu seperti tahap pertama kemarin akan diusulkan. Yang penting ikut dulu seleksinya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim, Kamaruddin Makalepu mengatakan, seleksi tahap kedua ini diikuti peserta yang sebelumnya tidak memenuhi syarat di tahap pertama dan kini memperebutkan 195 formasi yang belum terisi.
“Formasi yang tersisa ini terutama di bidang teknis, karena banyak yang tidak memenuhi kualifikasi pada tahap sebelumnya. Selain itu, ada juga posisi guru kelas yang masih tersisa karena jumlah pelamar sebelumnya lebih sedikit dari kuota,” katanya. Dia menyebutkan, pelaksanaan seleksi akan dilakukan dalam tiga sesi setiap harinya, dengan durasi satu sesi selama 130 menit dan jumlah soal sebanyak 145.
“Total peserta 1.055 orang. Setiap sesi akan diisi sekitar 75 peserta. Setelah peserta Kotim selesai pada 7 Mei, akan dilanjutkan dengan peserta dari Kabupaten Seruyan pada 7, 8, dan 9 Mei karena fasilitas CAT di sana belum memenuhi standar, sehingga dialihkan ke Kotim,” terang Kamaruddin.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post