SAMPIT – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kecamatan Baamang tahun 2025 resmi ditutup, Senin 28 April 2025 malam di Gedung Expo Sampit. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kotawaringin Timur, Sanggul Lumban Gaol, mengapresiasi pelaksanaan MTQ yang tetap berjalan sukses meski digelar di tengah keterbatasan fasilitas.
“Meskipun berbagai keterbatasan masih kita rasakan, khususnya kondisi Gedung Expo yang memerlukan banyak perbaikan seperti atap bocor dan toilet yang belum berfungsi, saya tetap memberikan apresiasi setinggi-tingginya,”kata Sanggul, Selasa 29 April 2025.
Ini menurutnya, adalah pertama kalinya fasilitas Gedung Expi digunakan, dan dengan kehadiran semua, Ia yakin akan mendorong upaya perbaikan ke depan sehingga gedung ini bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat, baik keagamaan, ekonomi, pendidikan, maupun sosial.
Sanggul juga menyampaikan selamat kepada para juara MTQ yang nantinya akan mewakili Kecamatan Baamang pada MTQ tingkat Kabupaten, yang direncanakan digelar pada bulan September atau Oktober 2025. Ia berharap, para juara cabang Tartil, Tilawah, Syarhil, dan Bintang Vokalis terus mengasah kemampuan.
“Kepala Kecamatan Baamang bersama LPTQ Baamang diharapkan dapat lebih aktif melakukan pembinaan kepada guru-guru mengaji, baik di sekolah, madrasah, pesantren, maupun secara mandiri,”tegasnya.
Sehingga kata Sanggul, pembinaan cabang-cabang lainnya seperti Qira’at Sab’ah, Fahmil Qur’an, Tafsir Qur’an, Khat, dan Qasidah juga bisa dikembangkan lebih semarak di masa mendatang.
Ia menegaskan, Pemerintah Daerah Kotawaringin Timur berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik dari segi dana maupun fasilitas.
“Harapannya, Al-Qur’an tidak hanya menjadi bahan bacaan, namun dapat dipahami, ditulis, dan menjadi rujukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Baamang, mulai usia dini hingga dewasa. Sehingga tercipta kehidupan yang damai, penuh semangat, dan sejahtera sesuai nilai-nilai Al-Qur’an menuju Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” ujarnya.
Sementara, Ketua LPTQ Kecamatan Baamang, Agus Mulyadi, dalam sambutannya mengatakan MTQ ke-56 ini bertujuan menggali dan mengembangkan potensi warga dalam seni baca Al-Qur’an sekaligus memperkokoh kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Kegiatan ini diselenggarakan sejak tanggal 25 hingga 28 April 2025 di Gedung Expo Sampit. Meski belum semua cabang perlombaan dapat kami ikuti karena keterbatasan anggaran dan jumlah peserta, semangat dan tekad kita tetap tinggi,”ujarnya.
Alhamdulillah kata Agus, para peserta tahun ini merupakan hasil pembinaan LPTQ Kecamatan Baamang, sekolah-sekolah, madrasah, pesantren, serta para guru mengaji yang melakukan pembinaan secara mandiri.
Agus mengungkapkan, MTQ tahun ini diikuti oleh 60 peserta yang berkompetisi dalam enam jenis lomba yaitu Tartil, Tilawah, Tahfidz, Syarhil, Bintang Vokalis Gambus, dan Pawai Ta’aruf. Ia juga menegaskan kesiapan LPTQ menghadapi MTQ tingkat Kabupaten.
“Untuk menghadapi MTQ tingkat Kabupaten, kami sudah mempersiapkan langkah-langkah pembinaan lebih komprehensif, dan Insya Allah akan mengikuti seluruh cabang lomba, termasuk Qiraat Sab’ah, Fahmil Qur’an, Penulisan Makalah Ilmiah Al-Qur’an, Khatt Al-Qur’an, dan lainnya,” jelasnya.
Agus turut mengajak seluruh guru mengaji, sekolah, madrasah, pesantren, dan masyarakat untuk aktif mengirimkan santri berbakat untuk dilakukan pembinaan maksimal.
“Kami yakin Kecamatan Baamang tidak kalah dalam kualitas dan semangat dibanding kecamatan maupun kabupaten lain,” imbuhnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung, termasuk Pemerintah Daerah, lurah dan kades, panitia pelaksana, sponsor utama Rahmad Kotim, SOPD terkait, dewan hakim, panitera, donatur, wartawan, dan seluruh masyarakat Baamang.
Salah seorang peserta, Annisa Kharisma, yang meraih Juara 2 Bintang Vokalis Gambus Dewasa Putri dan Juara 3 Qori’ah Tilawah Dewasa, mengaku bersyukur atas prestasi yang diraihnya.
“Saya sangat berterima kasih atas kerja keras panitia. Harapan saya ke depan, pelaksanaan MTQ lebih meriah, lebih banyak peserta, serta mendapatkan dukungan dari pemerintah, khususnya dalam ketersediaan fasilitas maupun lokasi pelaksanaan,” ucapnya.
Dengan berakhirnya MTQ ke-56 ini, diharapkan Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan yang indah, tetapi benar-benar menjadi pedoman hidup menuju masyarakat Baamang yang adil, sejahtera, dan bahagia dunia akhirat.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post