Pelosok Kotim Darurat Narkoba, Tokoh Masyarakat Soroti Lemahnya Pencegahan

SAMPIT – Peredaran narkoba di wilayah pedalaman Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai makin mengkhawatirkan. Tokoh masyarakat menilai kondisi tersebut jauh lebih gawat ketimbang di perkotaan, karena menyasar kalangan muda hingga buruh kebun yang minim pemahaman akan bahaya narkotika.

“Justru narkoba ini banyak beredar sampai pelosok pedalaman, merusak anak-anak muda di sana dengan anggapan bahwa mengonsumsi barang itu justru membuat rajin dan kuat bekerja,” tegas Suparjo, tokoh muda asal pedalaman Kotim, Selasa 29 April 2025.

Baca juga berita lainnya

Ia menilai saat ini tidak ada batasan sosial dalam penyalahgunaan narkoba, karena mulai dari anak sekolah, buruh panen, petani, hingga pekerja tambang emas ikut terjerat.

Menurut Suparjo, kondisi Kotim sudah masuk kategori darurat narkoba. Bahkan, ia menilai generasi di daerah ini terancam hilang karena dirusak secara massal.

“Kalau bisa, selain sanksi pidana, pelaku juga harus kena hukum adat supaya efek jeranya lebih terasa,” ujarnya.

Kondisi ini juga menjadi perhatian tokoh masyarakat Kotim, Ansen Tue. Ia menekankan pentingnya memperkuat tiga fungsi utama yakni pencegahan, pemberantasan, dan penindakan secara maksimal.

“Kalau semua pihak lemah dalam fungsi itu, jangan heran kalau ke depan kita kehilangan putra-putri terbaik karena generasi muda sudah jadi pecandu berat,” katanya prihatin.

Sementara itu, Bambang Nugroho dari LBH Eka Hapakat Kotim menyebut bahwa mayoritas perkara hukum yang ditanganinya saat ini berasal dari kasus narkoba dan pencurian sawit.

“Banyak pelaku pencurian ternyata juga pengguna narkoba. Ini membuktikan bahwa narkoba jadi akar dari kejahatan lainnya di pedalaman,” ungkapnya.

Pihaknya rutin menggelar penyuluhan hukum bagi pelajar untuk memberi pemahaman tentang Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Harapannya dengan edukasi hukum ini pelajar bisa lebih paham akan dampak dan sanksi penyalahgunaan narkoba,” tandas Bambang.

(dia/matakalteng)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

  • Kun026/igi-prata,a Kalm TNIli Pg.uma">gslte="01yi-ten Kotim wit BeGarudan Waah Banjir Perkotaan Kotim

  • PT HMBP">Draberhasil-diamaDide09/ Rp 335 JuMelintas di Dalam Kota

    <(edsbygoogle =v>
  • <-oo_pr m Kota
    Tlasa05 Kkmie-coun
    Keg_pke-coun
    COPYRIGHT &IMG-; 2018orag3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.v>
    TEKNO HOLISTIKe-co.square_inner">
    1707 1707
    ooo_pr><-oo_pr m KotaTENTANG KAMIe-cou |  cagstyse" _colo: #ffffff; s="jeg_meta_date">PEDOMANe-cou |  cagstyse" _colo: #ffffff; s="jeg_meta_date">DISCLAIMERs="fa fpan>KEBIJAKAN PRIVASIe-cou |  cagstyse" _colo: #ffffff; s="jeg_meta_date">KONTAKs="fa fpan>>bROUDLY POWERED BYss="jeg_post_title"> TEKNO HOLISTIKe-cosquare_inner">1707 1707

    >lainput apper >>lainput apper hidde0" namer a="commevtaue-"-orget_p>lainput apper subpagi namer eagelo2Fd_buttoa-saat-bulbuttoa-svtaue-"Rids=jP>eg_po>1707<#pagelo2Fds="p dbebas-dari-t dcebook_page/a> 1707<# dcebook_pageta=u_close class="shapagd43aucross c="f Selaclass="jeg_squabg_>

    ss="popularpos cla_al_iiv class="jeg_squaasidei clasan-raearch_ '>1707<# dbebas-dari-tSearch Buttoa-saat-bulan-raearch_togglen class="share_counearch c="f Selas="p a="com7_bbuttoalbebas-dari-tSearch Buttoa-sapper subpagi aat-bulan-raearch_buttoaldtnn class="share_counearch c="f Sbuttoa19 s="placlass="jeg_squaaearch_resom_ squaaearch_hidd >1707<#pagelo2Fds="p dbebas-dari-tLo2Fd /a>

    N_ade-counD.matae-cou="jnews_posubFme0usewv>Kkalteng.c T/daere-counPal2Fhak Rayae-counGunlte Mase-counKkpuase-counKealteng.com B/drre-counMh%lte Rayae-counLegisl hife-cou="jnews_posubFme0usewv>DPRD Kkalteng.c T/daere-counDPRD Keal Pal2Fhak Rayae-counDPRD Gunlte Mase-counDPRD Kkpuase-counDPRD Kealteng.com B/drre-counDPRD Mh%lte Rayae-counHukrime-counEkonomie-counOlahragae-counOpinie-coun 1707