• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Banyak Perkebunan Sawit Disita, GAPKI Ungkap Penyebabnya

Banyak Perkebunan Sawit Disita, GAPKI Ungkap Penyebabnya

Selasa, 29 April 2025
in Kotawaringin Timur
A A
Foto:MATA KALTENG - Ketua GAPKI Kalteng Syaiful Panigoro, (tengah).

Foto:MATA KALTENG - Ketua GAPKI Kalteng Syaiful Panigoro, (tengah).

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Tengah, Syaiful Panigoro, menyoroti dampak serius dari penertiban kawasan hutan (PKH) yang semakin memperparah kondisi sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, meskipun perusahaan telah mengikuti proses perizinan yang benar, banyak lahan yang tetap terkena kebijakan penyitaan oleh Satgas PKH karena masalah status kawasan yang belum terselesaikan.

Baca juga berita lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) kepada Perusahaan Konstruksi di Kotim

Sehari Enam Kali Karhutla, Sejumlah Wilayah Kotim Diselimuti Ancaman Api

Krisis Air Bersih di Teluk Sampit, Wabup Kotim Turun Langsung Pastikan Distribusi Berjalan

HANI 2026 Jadi Momentum Perkuat Sinergi, BNNK Kotim Fokus Lindungi Generasi Muda

“Kondisi kita memang tidak baik-baik saja, namun kita tidak bisa hanya terpengaruh dengan situasi ini tanpa memperbaiki aspek teknis. Harus diingat, ketika kita tidak memperbaiki teknis, dampaknya akan sangat besar terhadap produktivitas,” ujar Syaiful, Selasa 29 April 2025.

Menurutnya, masalah utama terletak pada status hukum lahan yang berada di kawasan hutan, meskipun perusahaan telah mengurus izin dengan benar.

Ia menambahkan bahwa kebingungan terkait proses perizinan menjadi salah satu pemicu penyitaan oleh Satgas PKH.

“Banyak lahan yang kita kelola secara sah dan sesuai izin, tetapi karena perizinan belum selesai, ada kebingungan yang mengakibatkan kita dianggap berada di kawasan hutan. Prosesnya masih berjalan, namun kami di-judge negatif,” ujarnya.

Syaiful mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah masih banyak melihat lahan sawit sebagai bagian dari kawasan hutan, meskipun pihak perusahaan sudah menjalani semua prosedur yang benar.

“Kalau kita punya dokumen pendukung yang sah, seharusnya tidak ada masalah. Ini hanya soal menyamakan persepsi antara pemerintah dan pengusaha,” tambahnya.

Dalam penertiban kawasan, ia mengungkapkan bahwa Kalimantan Tengah menargetkan satu juta hektare lahan sawit untuk ditertibkan, namun realisasinya masih jauh dari harapan.

“Targetnya satu juta hektare, tapi yang sudah dikerjakan baru sekitar 200 ribu hektare. Dulu ada sekitar 3 juta hektare, yang sudah selesai sekitar 800 ribu hektare. Sekarang ada sekitar 2,2 juta hektare yang masih harus diselesaikan,” jelasnya.

Syaiful juga memperingatkan bahwa penurunan produktivitas yang diakibatkan oleh penertiban ini sangat berdampak pada perekonomian daerah dan perusahaan.

“Pastinya dampaknya sangat besar. Kalau pada 2023-2024 produktivitas menurun 12 persen, untuk 2025 kita belum tahu seberapa besar penurunan itu karena kebijakan ini masih berjalan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun belum ada pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, namun perusahaan akan menghadapi kesulitan besar dalam jangka panjang.

“Untuk sementara masih dikelola, tapi ada kemungkinan besar akan terjadi PHK. Satgas menyuarakan bahwa tidak ada PKH, tapi kenyataannya di lapangan tetap ada,” tegas Syaiful.

Dengan kondisi yang semakin tidak menentu ini, Syaiful menganggap bahwa sektor sawit di Kalimantan Tengah sedang berada di posisi yang sangat sulit.

“Kami sudah berinvestasi besar, tapi tiba-tiba harus menghadapi perubahan kebijakan yang tidak selaras. Izin yang kami urus berproses, namun karena pergantian rezim, banyak yang dianggap tidak sesuai,” ungkapnya.

GAPKI berharap agar ke depan ada kebijakan yang lebih konsisten dan jelas dalam menangani sektor sawit, yang bukan hanya menguntungkan pemerintah, tetapi juga memberi kepastian hukum bagi para pengusaha yang telah berinvestasi besar dalam sektor ini.

(dia/matakalteng)

Share6Tweet4SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Zainudin Dorong Pembuatan Pagar Keliling dan Proposal MCK di Pondok Pesantren Darul Iman

Next Post

Wagub Kalteng Buka Rakorda Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Tahun 2025 di Palangka Raya

Berita Terkait

Kotawaringin Timur

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) kepada Perusahaan Konstruksi di Kotim

Sabtu, 25 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Sehari Enam Kali Karhutla, Sejumlah Wilayah Kotim Diselimuti Ancaman Api

Sabtu, 25 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Krisis Air Bersih di Teluk Sampit, Wabup Kotim Turun Langsung Pastikan Distribusi Berjalan

Kamis, 23 Juli 2026
Kotawaringin Timur

HANI 2026 Jadi Momentum Perkuat Sinergi, BNNK Kotim Fokus Lindungi Generasi Muda

Kamis, 23 Juli 2026
Kotawaringin Timur

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026
Kotawaringin Timur

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026
Load More
Next Post

Wagub Kalteng Buka Rakorda Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Tahun 2025 di Palangka Raya

Katingan dan Kotim Berkomitmen Tingkatkan Pembangunan Lewat Kerja Sama Strategis

Pelosok Kotim Darurat Narkoba, Tokoh Masyarakat Soroti Lemahnya Pencegahan

Bupati Sukamara Pinta Desa Gali Potensi Ketahanan Pangan

GTRA Kotim Gelar Sidang Redistribusi Tanah, 131 Bidang Telah Direalisasi

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Galian C Ilegal di Talekoi, Diduga Ada Ormas Terseret

Sabtu, 25 Juli 2026

PT PIR Diduga Gunakan Material Ilegal untuk Pemeliharaan Jalan Houling Tambang  PT Hasnur

Jumat, 24 Juli 2026

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK