SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, menekankan pentingnya peran perangkat daerah penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam menjaga kestabilan keuangan daerah di tengah efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Dalam sambutannya, Bupati meminta agar setiap kepala perangkat daerah penghasil PAD berinovasi dan menggali potensi pendapatan yang ada secara maksimal.
Ia menegaskan bahwa penurunan alokasi anggaran pusat menyebabkan sejumlah program prioritas daerah tidak bisa direalisasikan. Oleh karena itu, kemampuan daerah dalam mengoptimalkan PAD menjadi sangat krusial untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat, terutama dalam sektor pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan.
“Perangkat daerah penghasil PAD harus bisa membaca peluang, mencari terobosan, dan aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat guna mendukung pembiayaan program prioritas Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujar Halikinnor, Rabu 9 April 2025.
Bupati juga menekankan pentingnya efisiensi, transparansi, dan keadilan dalam pengelolaan anggaran serta pemanfaatan potensi lokal secara optimal agar bisa memberikan dampak nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya peningkatan kinerja seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim, khususnya pejabat eselon II. Dalam arahannya, Halikinnor menyatakan akan terus melakukan evaluasi kinerja secara berkala setiap triwulan sebagai bagian dari upaya perbaikan birokrasi.
“Penilaian kinerja bukan hanya melalui e-Kinerja, tetapi saya juga melakukan evaluasi pribadi setiap triwulan. Ini menjadi bahan pertimbangan dalam mutasi pejabat pimpinan tinggi, bahkan bisa saja dimutasi sebelum dua tahun menjabat,” tegas Halikinnor.
Ia juga menyinggung soal optimalisasi pendapatan daerah, khususnya dari RSUD dr. Murjani yang kini tercatat sebagai pendapatan asli daerah (PAD) sah, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2022 dan Perda Nomor 1 Tahun 2024.
Pada tahun 2024, RSUD dr. Murjani mencatat capaian pendapatan sebesar Rp145 miliar, melampaui target awal Rp115 miliar. Sementara pada tahun 2025, target pendapatan ditetapkan sebesar Rp129 miliar.
Melihat capaian tersebut, Bupati meminta jajaran rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas dan jenis layanan, termasuk memenuhi kekurangan tenaga dokter spesialis.
“RSUD dr. Murjani sudah diberikan jasa pelayanan untuk meningkatkan motivasi dan kesejahteraan tenaga medis. Maka saya minta pembagian jasa ini diatur secara adil agar mendukung peningkatan mutu layanan,” tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post