SAMPIT – Memasuki masa arus balik Lebaran 2025, dua pelabuhan utama di Kalimantan Tengah, yakni Sampit dan Kumai, menjadi titik sibuk mobilitas penumpang.
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) merespons tingginya lonjakan pemudik dengan menurunkan empat kapal penumpang untuk memperkuat layanan transportasi laut di wilayah tersebut.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pelni, Anik Hidayati, mengatakan bahwa pengalihan trayek kapal merupakan bentuk perhatian Pelni terhadap kebutuhan masyarakat Kalimantan Tengah selama periode Lebaran.
“Biasanya kami hanya melayani satu kapal ke Kotim. Tapi khusus Lebaran 2025 ini, ada empat kapal yang dialokasikan untuk rute menuju Sampit dan Kumai,” jelasnya, Selasa 8 April 2025.
Adapun keempat kapal tersebut adalah KM Lawit, KM Kelimutu, KM Awu, dan KM Leuser. Kapal-kapal ini sebelumnya melayani rute ke wilayah Indonesia Timur seperti Kupang, Merauke, dan Benoa. Namun kini, sebagian perjalanan dialihkan untuk memperkuat konektivitas ke Kalimantan Tengah selama masa mudik dan arus balik.
KM Leuser bahkan dijadwalkan dua kali bersandar di Pelabuhan Sampit, membawa fasilitas lengkap termasuk klinik dan tim medis yang siaga 24 jam. Ini menjadi jaminan kenyamanan dan keamanan bagi penumpang, terutama dalam perjalanan panjang lintas pulau.
“Pelabuhan Sampit dan Kumai menjadi titik penting dalam arus balik. Kami ingin memastikan seluruh masyarakat dapat kembali ke tempat kerja atau perantauan dengan aman dan nyaman,” ujar Anik.
Pelni juga mengimbau seluruh penumpang untuk selalu mematuhi prosedur keselamatan yang berlaku di atas kapal.
“Kami berharap semua penumpang bisa sampai tujuan dengan selamat dan kembali menjalankan aktivitas dengan semangat setelah berlebaran bersama keluarga,” tutupnya.
Dengan tambahan armada ini, diharapkan proses arus balik dari Kalimantan Tengah menuju berbagai daerah maupun sebaliknya bisa berjalan lancar tanpa hambatan, sekaligus menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan transportasi laut di daerah.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post