SAMPIT – Program mudik gratis yang diselenggarakan oleh BUMN seperti PT Pelni tak hanya dimaknai sebagai layanan transportasi menjelang Lebaran. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menekankan bahwa keberhasilan program ini harus menjadi pintu masuk untuk mendorong integrasi program-program strategis lainnya demi memperkuat perekonomian daerah.
Asisten Deputi Pengembangan Bidang Infrastruktur dan Logistik Kemenko Perekonomian, Yuli Sri Wilanti, menyebut bahwa program seperti mudik gratis perlu disandingkan dengan upaya lain yang bisa memicu pertumbuhan ekonomi, seperti penguatan pariwisata, diskon logistik, dan pengembangan ekonomi lokal.
“Ini bukan hanya soal mengantarkan masyarakat pulang kampung, tapi bagaimana melalui program ini, daerah bisa bergerak. Ada potensi wisata, sektor UMKM, hingga jasa transportasi lokal yang bisa ikut tumbuh,” ujar Yuli, Selasa 8 April 2025.
Ia mencontohkan, lewat integrasi program pariwisata, daerah-daerah yang menjadi titik mudik seperti Sampit dan Kumai dapat memanfaatkan momen tingginya mobilitas untuk memperkenalkan destinasi lokal serta produk-produk khas daerah.
Dengan dukungan program logistik seperti diskon tarif isolasi, distribusi barang pun bisa lebih efisien, memperluas pasar bagi pelaku UMKM.
Selain itu, menurutnya Pelni satu-satunya yang sejak lama berkomitmen membangun rute perintis hingga jalur komersial, dan ini harus mendapat dukungan. Terutama di Kabupaten Kotim, di mana pemudik dari Pulau Jawa sangat banyak, namun masih terbatas jumlah kapal dan fasilitas pelabuhannya.
“Untuk itu kita mendorong kolaborasi antarinstansi, termasuk dukungan dari DPR RI, agar pemerintah pusat dan BUMN harus bersinergi dalam memperkuat infrastruktur pendukung seperti pelabuhan dan kapal tambahan,”imbuhnya.
Sehingga layanan optimal tidak hanya saat momen Lebaran, tapi juga sebagai layanan harian yang menjamin keterjangkauan, kenyamanan, dan kesinambungan ekonomi nasional.
“Konektivitas itu kunci. Sudah sepatutnya kita bahu-membahu memperbaiki layanan pelabuhan, memperluas armada kapal, dan membangun konektivitas Indonesia dari pesisir hingga pedalaman,” tutupnya.
Ke depan, pemerintah berharap program sejenis seperti mudik gratis tidak hanya hadir di momentum Lebaran, tapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membuka akses dan pemerataan pembangunan antarwilayah, khususnya di daerah-daerah kepulauan seperti Kalimantan Tengah.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post