SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menginginkan Kota Sampit memiliki sirine penanda masuknya waktu berbuka puasa. Sehingga waktu berbuka masyarakat di Kota Sampit dan sekitarnya bisa serempak.
“Ini saya lihat seperti waktu mengikuti retret di Akmil di Magelang kemarin, setiap pagi dan waktu jam malam itu ada sirinenya untuk penanda. Nah mungkin ini bisa diterapkan di Kota Sampit, bisa menggunakan tower yang ada pengeras suaranya yang bisa menjangkau seluruh Kota Sampit dan sekeliling,”kata Halikinnor, Senin, 3 Maret 2025.
Sehingga lanjutnya, ketika berbuka puasa semua serentak melaksanakan mengingat selama ini waktu berbuka puasa antar masjid kerap kali berbeda sementara masyarakat berpatokan dengan suara adzan yang dikumandangkan di masjid-masjid sekitar.
“Padahal berbuka puasa itu harusnya disegerakan atau tidak boleh dilambat-lambatkan. Sementara biasanya di masjid ada yang minum air putih dulu baru adzan dan ada juga yang makan terlebih dahulu baru adzan sehingga waktu berbuka puasa masyarakat sekitarnya berbeda-beda yang selisihnya 5 menit sampai dengan 7 menit,” bebernya.
Untuk itu dirinya berkeinginan ada sirine yang bisa menjadi patokan bersama. Meski tidak bisa memasang sirine yang bisa menjangkau seluruh kota namun bisa diatasi dengan memasang sirine pada masing-masing masjid yang terkoneksi langsung satu sama lain agar waktu berbuka tetap serempak.
“Ini sudah saya minta kepada Sekda untuk segera mengkoordinasikannya dengan dinas teknis mana nanti yang membidanginya,”tutup Halikin.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post