SAMPIT – Usai mengikuti kegiatan retret di Akmil Magelang, Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor merencanakan kerjasama antar kabupaten. Yang mana ia telah menjalin koordinasi dengan beberapa kepala daerah pada saat mengikuti retret bersama usai pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah 20 Februari 2025 lalu.
“Manfaat mengikuti kegiatan retret salah satunya membuka jejaring kerjasama, salah satunya Kubu Raya yang merupakan pengepul rotan. Saya langsung berkomunikasi untuk kerjasama kedepannya agar harga rotan di daerah kita stabil,”ungkapnya, Senin, 3 Maret 2025.
Meski saat ini menurutmu Kubu Raya memang sudah membeli rotan di wilayah kabupaten Kotim namun belum ada kerjasama dengan pemerintah daerah sehingga harga rotan pun masih belum stabil lantaran menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat.
“Dengan kerjasama kedepannya kita harapkan dapat menstabilkan harga rotan di daerah kita agar membantu meningkatkan kesejahteraan petani rotan khususnya di wilayah Kotim,”ucapnya.
Selain itu lanjutnya dirinya juga menjalin komunikasi dengan walikota Sukabumi yang memiliki pabrik tempe tersebar di Kalimantan Tengah bahkan sudah ada di tiga kabupaten yaitu Kotim, Palangkaraya dan Pangkalan Bun.
“Sehingga mengikuti retret yang merupakan program baru pemerintahan Pak Prabowo dan Gibran ini sangat bermanfaat. Dan ini juga pertama kali kepala daerah khususnya di tingkat kabupaten kota yang dilantik oleh presiden langsung,”ujarnya.
Karena kata Halikinnor, sejak Orde Baru pelantikan Gubernur dilantik oleh menteri, dan menteri dilantik oleh presiden. Sementara kepala daerah dilantik gubernur, meski pada dasarnya semua tetap dilantik oleh presiden namun didelegasikan pada saat prosesinya.
“Sekarang langsung presiden yang melantik, mungkin karena kebetulan juga Pilkada kita serentak. Kalau dulu tidak bersamaan sehingga kalau dilatih serentak cukup sulit, sementara Pilkada 2024 ini kita serentak pemilihan walaupun masih ada 40 daerah yang masih tersisa di MK namun mayoritas sudah selesai semua,”bebernya.
Tambahnya, pelantikan serentak pertama kali sepanjang sejarah Republik ini yang dilanjutkan retret di Magelang, menjadi wadah untuk menyelamatkan persepsi visi misi kepala daerah dengan visi misi Presiden.
“Itu harus untuk koordinasi dan kebersamaan, sehingga program pusat yang strategis jangan sampai tidak terlaksana di daerah, karena kita satu kesatuan Republik Indonesia, jadi mulai dari desa, Kecamatan, Kabupaten, provinsi sampai ke pusat harus bersinergi menyamakan persepsi,”ujarnya.
Terutama kata Halikin, program Asta Cita Presiden bagaimana penjabaran di daerah menyesuaikan dengan kondisi daerah.
Dalam kegiatan retret ini, Halikinnor juga menilai mendapat kesempatan bertumbuh karena baru pertama kali mengikuti kegiatan ini. Yang mana sebelumnya hanya ada rapat koordinasi se Indonesia yang sebagian besar hanya mendengar arahan.
“Kalau ini kita betul-betul berkumpul bersama-sama satu tenda berbagai daerah, saya saja bertiga satu tenda dengan Walikota Batam dan Bupati Pidie Aceh sehingga terjadi komunikasi dan hubungan antar sesama kepala daerah bisa lebih baik dan menjadi potensi untuk bekerja sama,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post