SAMPIT – Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Irawati menyampaikan kerugian akibat tenggelamnya kapal wisata susur Sungai milik pemerintah daerah Belum lama ini mencapai Rp 800 juta.
“Kerugian diperkirakan sekitar Rp 800 juta terhitung dari barang-barang yang ada di dalam kapal susur sungai tersebut,”ujarnya, Kamis 25 Januari 2025.
Menurutnya, penyebab tenggelamnya kapal susur Sungai yaitu akibat kebocoran lambung kapal yang parah dan sudah berulang kali ditambal. Sehingga kapal sudah tidak mampu lagi menahan banyaknya air yang masuk ke lambung kapal yang menyebabkan karamnya kapal.
“Kapal ini akan kita lakukan pengangkatan yang mana saat ini Pemerintah masih melakukan negosiasi harga dengan tim penyelam,”tegasnya.
Tambah Irawati, dari kejadian ini menunjukkan bahwa perlunya pengawasan dan perawatan yang lebih baik terhadap aset daerah terutama yang menjadi ikon pariwisata. Sehingga pihaknya akan menjadikan hal ini bahan evaluasi bersama dinas terkait.
“Memang kita akui bahwa kondisi kapal sudah tidak layak karena usia yang sudah tua hampir 20 tahun lebih. Bahkan menurut Kepala Dinas Pariwisata juga anggaran untuk pemeliharaannya masih minim,”bebernya.
Diketahui kapak susur sungai yang tenggelam tersebut merupakan aset pemerintah Kabupaten yang dibangun pada 2010 lalu untuk mendukung sektor pariwisata. Sebelum tenggelam, kapal tersebut menjadi salah satu ikon wisata sesudah sungai mentaya di Kota Sampit.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post