SAMPIT – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Alang Arianto menilai, saat ini keterlibatan perangkat daerah untuk memberikan inovasi bagi pemerintah Kotim masih rendah.
“Dari total 48 perangkat daerah, baru 15 diantaranya yang sudah melaporkan implementasi inovasi daerah pada 2024 atau sekitar 31,25% saja yang terlibat,” ujarnya, Jumat 3 Januari 2024.
Menurutnya, pemerintah memerlukan kolaborasi lebih banyak pihak untuk menciptakan ekosistem inovasi yang kuat sehingga kebijakan berbasis bukti dapat diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Saat ini Kabupaten Kotim memang mencatat mengalami peningkatan signifikan dalam indeks inovasi daerah. Yaitu pada tahun 2023 mencapai 51,5, naik di tahun 2024 menjadi 58,09,” bebernya.
Tambahnya, tinggal sedikit lagi Kabupaten Kotim akan mencapai kategori sangat inovatif. Sehingga menurutnya hal ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan sekaligus Tantangan untuk terus mendorong perangkat daerah agar lebih aktif berinovasi.
“Inovasi bukan hanya soal ide namun juga implementasi yang memberikan dampak langsung. Dengan indeks inovasi daerah yang lebih tinggi, pemerintah ingin memastikan semua kebijakan dan program pembangunan berbasis bukti dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post