SAMPIT – PLT Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Kotawaringin Timur Rody Kamislam telah menyampaikan, saat ini Bandara H Asa Sampit masih kekurangan lahan untuk melakukan perluasan Bandara guna melakukan perpanjangan Runaway agar bisa didarati pesawat berbadan besar seperti Airbus A320.
“Sekarang ini luas bandara eksisting sekitar 44 hektare. Sedangkan berdasarkan rencana untuk perluasan Bandara memerlukan luad 121 hektare, sehingga diperlukan tambahan 77 hektar lagi untuk pengembangan kedepannya,”ujarnya, Selasa 24 Desember 2034.
Hal itu lanjutnya, tidak hanya untuk perpanjangan runway namun juga termasuk membuat terminal penumpang, gedung pemadam kebakaran dan juga apron.
“Sehingga untuk pelebaran Runaway dari 30 meter menjadi 45 meter sesuai standar keamanan masih memerlukan pengadaan lahan baru terutama untuk keberadaan pendukung bandara lainnya. Saat ini yang telah dihibahkan kepada kementerian perhubungan untuk perpanjangan runway hanya seluas 5 hektare,”bebernya.
Sementara pada tahun 2025 mendatang yang tengah berproses yaitu pembebasan lahan seluas 1,8 hektar untuk pembangunan gedung pertolongan kecelakaan pesawat udara dan pemadam kebakaran.
“Untuk apron sendiri pada tahap awal membutuhkan lahan sekitar 7 hektare di luar kebutuhan terminal penumpang. Yang mana nantinya terminal penumpang akan kita pindahkan ke sebelah utara tepatnya bersama apron dan gedung PKP PK,”terangnnya.
Tambahnya, keberadaan apron juga nantinya akan ditingkatkan menyesuaikan dengan kapasitas untuk mengakomodasi kebutuhan operasional, termasuk parkir pesawat jika terjadi insiden ataupun saat pesawat baru tiba.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post