SAMPIT – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Halikinnor menyampaikan, program pemberian insentif bagi guru mengaji dan pendeta akan tetap dilanjutkan pada tahun 2025.
“Guru mengaji dan pendeta memiliki status yang sama yaitu mendidik umat dan anak-anak kita agar memiliki budi pekerti luhur. Sehingga pemberian insentif ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah untuk mendukung pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi kita,”ujarnya, Senin 9 Desember 2024.
Menurutnya, guru mengaji dan pendeta harus mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah karena mereka bukanlah pegawai negeri yang memiliki pendapatan tetap.
“Terlebih lagi pemerintah ingin mematikan seluruh tokoh agama yang berperan penting dalam pendidikan moral dan spiritual mendapatkan perhatian yang layak yaitu salah satunya dari pemberian insentif ini,”tegasnya.
Disebutkannya, total yang disiapkan untuk insentif guru mengaji dan pendeta pada tahun 2025 mendatang mencapai Rp 5 miliar. Yang mana sebelumnya pada tahun 2024 program ini telah berjalan yaitu pemberian insentif Rp 1,8 juta per orang.
“Pada tahun 2025 mendatang insentif akan kita naikkan menjadi Rp 2,5 juta per orang. Dan Kami juga akan kembali melakukan pendataan agar guru mengaji maupun pendeta yang belum terdata sebelumnya bisa dapat dimasukkan dalam program ini,”imbuhnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post