SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak akan lama lagi memiliki pabrik pengolahan limbah bahan berbahaya beracun (B3) medis. Yang mana menurut Bupati Kabupaten Kotim Halikinnor, bahwa limbah medis yang bisa menjadi musibah ini akan disulap menjadi salah satu penyumbang pendapatan bagi daerah.
“Bahkan pabrik ini nantinya menjadi pabrik pengolahan limbah medis pertama di Kalimantan Tengah, sehingga limbah-limbah medis dari seluruh Puskesmas maupun rumah sakit yang ada di Kalteng tidak hanya di Kota Sampit akan dibawa ke sini untuk diolah,” ujarnya, Minggu 24 November 2024.
Meski demikian lanjutnya, untuk kelanjutan program pembangunan pabrik ini akan mulai fokus dilakukan setelah selesainya pemilihan kepala daerah tahun 2024. Mengingat saat ini dirinya Tengah konsentrasi membantu menyukseskan terselenggaranya Pilkada di Kotim dengan aman.
“Banyak program yang akan kita lanjutkan nantinya setelah selesai Pilkada selain dari pembangunan pabrik limbah medis ada juga pembangunan pabrik pakan ternak, pabrik pakan ikan, serta pabrik batu es yang saat ini sudah mulai berjalan untuk memenuhi kebutuhan para petani dan nelayan di daerah kita,” bebernya.
Tambahnya, dalam proses pembangunan pabrik khususnya limbah medis nantinya akan menjadi sesuatu yang menghasilkan bagi daerah dan membawa berkah. Selain untuk menyelamatkan masyarakat dan menjaga lingkungan namun juga mendapatkan sumber pemasukan bagi daerah.
“Karena limbah medis khususnya B3 ini merupakan limbah yang berasal dari pelayanan medis yang menggunakan bahan-bahan yang beracun infeksius dan berbahaya. Sehingga perlu penanganan tepat agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan ataupun menyebabkan terjadinya penyebaran wabah penyakit,” terangnya.
Sementara itu untuk limbah B3 medis padat merupakan barang atau bahan sisa hasil kegiatan yang tidak digunakan kembali yang berpotensi terkontaminasi oleh zat yang bersifat infeksius.
Adapun limbah medis B3 seperti masker bekas, sarung tangan bekas, perban bekas, plastik bekas minuman dan makanan, cotton bud swab, alat suntik bekas, set infus bekas, alat pelindung diri bekas, sisa makanan pasien dan lain-lain yang dihasilkan dari kegiatan medis.
Keberadaan pabrik pengolahan limbah B3 medis di Kalteng sangat dibutuhkan karena selama ini limbah B3 medis seluruh fasilitas pelayanan kesehatan Sekaten dikirim ke Kalimantan timur dengan biaya dan resiko yang cukup besar.
“Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Kotim melalui PT Hapakat Betang Mandiri mengupayakan agar limbah B3 medis di Kalteng dapat dikelola di Kotim dengan biaya dan risiko yang efisien, serta nantinya dapat dijual sebagai pendapatan PT Hapakat Betang Mandiri selaku anak perusahaan BUMD dan pendapatan daerah,” tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post