SAMPIT – Penerbangan rute Sampit-Semarang sudah mulai dioperasikan oleh Nam Air pada 9 November 2024. Bahkan penerbangan perdana ini sudah mengangkut sebanyak 106 penumpang.
“Pembukaan rute ini adalah respon atas permintaan masyarakat untuk meningkatkan konektivitas ke Pulau Jawa. Rute Sampit-Semarang akan memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama anak-anak dari Kotim yang menempuh pendidikan di Jawa,” kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur, Rody Kamislam, Minggu 10 November 2024.
Disebutkannya, penerbangan ini juga akan mengusahakan bagi pekerja perkebunan dan pertambangan yang sering melakukan perjalanan ke wilayah sekitar seperti Jogja dan Solo. “Alhamdulillah, usulan kita direspon, dan sekarang akses penerbangan dari Sampit ke Jawa semakin lengkap ke Jakarta, Surabaya dan Semarang,” sebutnya.
Untuk informasi, Rute Sampit-Semarang dioperasikan oleh Nam Air menggunakan pesawat Boeing 737 berkapasitas 120 kursi, dengan jadwal penerbangan tiga kali seminggu, yaitu pada Selasa, Kamis, dan Sabtu. Penerbangan dari Sampit menuju Semarang berangkat pukul 11.30 WIB dan tiba pukul 12.40 WIB, sementara dari Semarang menuju Sampit berangkat pukul 09.30 WIB dan tiba pukul 10.50 WIB.
Untuk harga tiket, Nam Air menawarkan harga tiket tertinggi untuk rute Sampit-Semarang ditetapkan sebesar Rp1.249.000, sedangkan tiket dari Semarang ke Sampit mencapai Rp1.334.110. Harga ini sudah termasuk fasilitas penerbangan standar, seperti bagasi gratis 20 kg.
Selain rute baru Sampit-Semarang, penerbangan reguler ke Jakarta dan Surabaya juga tersedia. Rute Jakarta-Sampit dilayani setiap hari oleh maskapai Nam Air, memberikan akses harian bagi penumpang. Sementara itu, penerbangan Sampit-Surabaya dan sebaliknya tersedia empat kali dalam seminggu, yaitu pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.
Rody juga menyampaikan layanan penerbangan rute Surabaya mengalami permintaan yang tinggi. Beberapa waktu lalu, penumpang sempat kesulitan mendapatkan tiket untuk penerbangan Surabaya-Sampit. “Penerbangan ke Surabaya sangat diminati. Kami terus mengevaluasi rute yang ada dan mengusulkan rute baru jika diperlukan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post