SAMPIT – Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP), Mentana Dhinar Tistama mengatakan, Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu setelah perubahan statusnya menjadi jalan provinsi akan lebih cepat diperbaiki.
Pasalnya, dengan perubahan ini, anggaran untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan ini bisa lebih besar, sehingga mempercepat proses pengembangan dan pemerataan pembangunan di wilayah Kotim. “Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu memiliki panjang sekitar 125 km, dengan 662 meter di antaranya sudah beraspal dalam kondisi baik dan fungsional. Sekitar 31,38 km lainnya sudah tertimbun tanah,” ujarnya, Minggu 10 November 2024.
Namun meskipun fungsional, terdapat beberapa titik yang mengalami kerusakan berat. Dan, masih terdapat 92,95 km yang belum fungsional meskipun badan jalan sudah terbentuk. “Dengan adanya peningkatan status menjadi jalan provinsi, peluang penganggarannya bisa lebih besar. Saya optimis bahwa ruas jalan ini, setelah ditingkatkan statusnya, akan segera ditangani oleh PUPR provinsi,” tegasnya.
Lanjutnya, Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu merupakan jalur strategis yang menghubungkan jalan nasional menuju perbatasan Kabupaten Katingan di Kampung Melayu. Jalan ini adalah akses utama dari Kecamatan Cempaga menuju Kecamatan Seranau dan Kecamatan Pulau Hanaut di Kabupaten Kotim. Ruas jalan ini juga melintasi 3 kecamatan dan 23 desa, yang akan semakin terkoneksi dengan adanya pengembangan infrastruktur jalan ini.
Saat ini, di ruas Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu telah dibangun beberapa jembatan darurat, seperti 7 unit single box culvert berukuran 2x2x15 meter, 7 unit single box culvert 3x3x15 meter, serta 4 unit double box culvert 3x3x15 meter. Selain itu, masih terdapat jembatan kayu sementara yang cukup panjang untuk mendukung mobilitas.
Dengan total anggaran yang diperkirakan mencapai Rp800 miliar, Pemkab Kotim berharap jalan ini bisa fungsional seutuhnya dalam waktu dekat. Mentana menekankan pentingnya akses jalan ini untuk memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mempermudah mobilisasi material konstruksi. Tambahnya, pihak provinsi melalui PUPR telah banyak membantu pembangunan infrastruktur di Kotim.
Contohnya proyek jalam di Pelantaran hingga Antang Kalang yang kini jalannya sudah mulus dan lebih mudah dilalui. Selain itu, terdapat pula pekerjaan infrastruktur provinsi di Kotim, seperti pembangunan jalan lingkungan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), yang sangat membantu konektivitas wilayah dan memperlancar distribusi barang dan jasa.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post