SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur membeberkan bahwa sampai saat ini progres pengelolaan limbah medis sudah mendapatkan kerjasama antara BUMD Hapakat Betang Mandiri dengan PT Bumi Resik.
“Mereka progresnya untuk peralatan mesin dan sebagainya sudah 60% di pabrik di Tangerang, masalahnya yang paling urgent adalah perizinan. Ini tidak bisa sembarangan perlu support, oleh karena itu kita dalam waktu dekat akan mengadakan audiensi dengan direktur limbah medis di KLHK,”kata Pj Sekda Kotim Sanggul Lumban Gaol, Selasa 22 Oktober 2024.
Yakni lanjutnya, untuk mencari tahu sampai mana perizinan diproses, jika tidak bisa, maka ada perusahaan yang sudah memiliki izin. Sehingga nantinya tinggal memikirkan mekanisme, apakah bisa mencabang di Kota Sampit.
“Karena dia sudah memiliki izin, jika itu lebih cepat kenapa tidak, daripada kita membuat izin baru. Setelah itu kemarin selain mendapat tawaran dari Bumi Resik, kita juga mendapat tawaran dari PT Utama Karya,”bebernya.
Dan berdasarkan keterangan tambahnya, ada barang bekas dan ada barang baru untuk pengolahan limbah medis. Hal itu yang ada di Batam dan akan dipasang di Sampit.
“Kalau peralatannya gampang saja, tetapi perizinannya yang susah. Ini yang kita akan terobos di Kementerian, semoga nanti bisa dan hasilnya Oktober kita akan audiensi di sana. Kita harus bisa meyakinkan bahwa koordinasi BUMD pemerintah daerah dan pengusaha sudah jelas,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post