SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kurniawan Wibowo membantah bahwa seleksi beasiswa gerbang mentaya tidak transparan.
Menurutnya, sistem seleksi untuk mendapatkan beasiswa gerbang mentaya bagi mahasiswa kabupaten Kotawaringin Timur sudah dilakukan secara online sehingga tidak bisa dirubah, baik itu persyaratan administrasi yang dikirimkan ataupun syarat administrasi berupa fisik yang diantarkan ke kantor Pemda Kotim.
“Karena itu sudah tersistem dan syarat utamanya harus ber-KTP Kabupaten Kotim. Terkait untuk syarat administrasi, terkait fisiknya yang dikumpulkan ke pemerintah itu kami perlukan sebagai bahan audit dari BPK,”ujarnya, Rabu, 9 Oktober 2024.
Menurutnya, saat ini Ikatan Pelajar mahasiswa Kotim memang sudah tidak dilibatkan lagi dalam proses seleksi penerimaan beasiswa gerbang mentaya lantaran semua sudah dilakukan secara tersistem yaitu secara online.
“Dan memang untuk penerimaan beasiswa ini sangat terbatas. Pada tahun 2024 ini kita sudah merealisasikan sebanyak kurang lebih 7 beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa. Tentunya jumlah ini memang tidak bisa memenuhi atau menjangkau seluruh mahasiswa Kotim baik yang bersekolah diluar daerah maupun di daerah,”ungakapnya.
Hal itu menurutnya karena pemerintah tidak hanya mengalokasikan anggaran untuk beasiswa pendidikan namun juga untuk pembangunan lainnya.
“Selama ini Pemerintah sudah berusaha untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui pemberian beasiswa yang setiap tahunnya selalu meningkat jumlah kuotanya, namun tentu akan selalu ada keterbatasan anggaran yang kita sediakan. Makanya kita harapkan Hal ini dapat dimengerti,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post