SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya untuk mengentaskan desa-desa dari status blank spot dan tanpa akses listrik. Tercatat, masih ada 9 desa yang belum terjangkau sinyal internet dan 25 desa yang belum memiliki akses listrik.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim Raihansyah mengungkapkan bahwa upaya untuk mengatasi permasalahan ini sedang dilakukan secara intensif. Untuk desa-desa yang belum berlistrik, pemerintah daerah mendorong penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi jangka pendek.
“Pada hari ini paling tidak ya kita mendorong untuk 25 Desa ini bisa berlistrik paling tidak ada PLTS,” kata Raihansyah, Jumat 4 Oktober 2024.
Disebutnya, dari 186 desa yang ada di Kotim 25 desa belum ada jaringan listrik dan 9 desa blank spot. Desa yang belum dialiri listrik didorong dengan PLTS.
Sementara itu, untuk mengatasi permasalahan blank spot, DPMD Kotim telah bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mengajukan proposal bantuan jaringan internet Visat. Sistem ini memanfaatkan satelit untuk menyediakan akses internet di daerah terpencil.
“Untuk desa-desa tersebut dan juga yang blankspot, kami beserta dengan Kominfo kemarin sudah beberapa desa mengajukan proposal untuk minta bantuan jaringan internet Visat,” ujarnya.
Raihansyah optimis bahwa 9 desa yang masih blank spot dapat terkoneksi internet pada tahun 2025. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada ketersediaan listrik.
“Tapi itu semua tergantung dari listrik lagi. Namanya sinyal itu kan tergantung listrik, kalau tidak ada listriknya tidak ada sinyal juga,” jelasnya.
Raihansyah berharap bahwa Pjs Bupati Kotim dapat memberikan perhatian khusus terhadap permasalahan desa-desa di Kotim. terutama bagi daerah yang tidak ada jaringan listrik dapat mengupayakan pengadaan PLTS itu.
“Kami berharap nantinya Pjs dengan waktu yang singkat ini di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan semangat kebersamaan kita satuan dan kesatuan kita sehingga waktu beliau dua bulan bisa memberikan kesan dan kenangan khususnya terhadap desa-desa yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pjs Bupati Kotim Shalahuddin menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan desa-desa di wilayahnya agar teraliri listrik.
Ia memanfaatkan program “Kalteng Bercahaya” yang digagas Gubernur Kalimantan Tengah dengan alokasi dana sekitar Rp250 miliar untuk pembangunan infrastruktur di desa-desa.
“Pak Gubernur ada program Kalteng Bercahaya, ada sekitar Rp250 miliar untuk desa-desa. Saya akan memperjuangkan desa yang ada di sini. Dari 186 desa di Kotim, masih ada desa yang belum dialiri listrik. Nah, ini akan kita bantu untuk penerangannya,” kata Shalahuddin.
Shalahuddin mengungkapkan masih ada desa-desa di Kotim yang belum menikmati akses listrik. Ia melihat program “Kalteng Bercahaya” sebagai peluang untuk mengatasi permasalahan tersebut. Ia berkomitmen untuk mengajukan proposal dan memperjuangkan agar desa-desa di Kotim dapat memperoleh bantuan dana dari program tersebut.
“Kita akan upayakan agar dana program Kalteng Bercahaya ini bisa digunakan untuk membangun infrastruktur listrik di desa yang ada di Kotim,” tambahnya.
Ia berharap, dengan adanya program ini desa di Kotim dapat menikmati akses listrik yang lebih baik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong kemajuan di berbagai sektor.
“Saya yakin, dengan adanya listrik, desa-desa di Kotim akan lebih maju dan berkembang. Masyarakat akan lebih sejahtera dan mudah mengakses informasi dan teknologi,” pungkasnya.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post