SAMPIT – Hingga Agustus 2024 ini, sudah sekitar 27,12 hektare luasan lahan terbakar yang tertangani di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Luasan lahan terbakar tersebut berada di wilayah tengah 20,21 hektare dan wilayah selatan 6,91 hektare.
“Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim terus melakukan sosialisasi bahaya dan potensi terjadinya Karhutla di daerah ini, meski prediksinya bencana tahun ini tidak separah tahun 2023 lalu,”kata Sekretaris BPBD Kotim Arief, Senin 19 Agustus 2024.
Menurutnya, prediksi itu berdasarkan informasi dari BMKG bahwa pada tahun 2024 terjadi kemarau basah. Meskipun saat ini sudah masuk musim kemarau, namun beberapa kali masih terjadi hujan. Jika dibandingkan tahun 2023 lalu pada bulan Agustus sudah terjadi kabut asap yang sangat tebal dan membahayakan bagi pernapasan.
“Tahun 2024 ini untuk penanganan karhutla, Kotim mendapatkan bantuan Posko dan Poslap Satgas Karhutla yang didanai oleh Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk enam kecamatan,”bebernya.
Yaitu Kecamatan Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, Seranau dan Baamang. Penanganan juga diperketat melalui posko BPBD Kotim sendiri yang buka selama 24 jam.
“Selain pemadaman kami juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat setiap hari. Langkah ini sangat penting dan kita lebih baik mencegah, karena memang sebagian besar kebakaran lahan itu faktor kesengajaan,” tandasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post