SAMPIT – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kotawaringin Timur (Kotim) tengah serius dalam pencegahan dan memenangi penyalahgunaan narkoba. Berbagai upaya dilakukan agar penyalahgunaan narkoba dapat diminimalisir.
“Selain kami tengah berupaya mewujudkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di tempat kita, kami juga melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba,” kata Ketua BNK Kotim Irawati, Kamis, 8 Agustus 2024.
Program yang dilakukan pihaknya bermasa dengan pemerintah daerah setempat diantaranya penetapan satu desa atau kelurahan bersih narkoba disetiap kecamatan di Kotim. Ini sesuai dengan surat keputusan Bupati Kotim Nomor 188.45/0159/Huk-KESBANGPOL/2024 tanggal 20 Mei 2024.
Selain desa dan kelurahan, pihaknya juga menetapkan sekolah bersih narkoba. Saat ini telah ada dua satuan pendidikan yaitu SMA Negeri 1 dan SMK Negeri 1 Sampit.
Lanjutnya, tidak hanya itu pihaknya juga fokus pencegahan dan penanganan narkoba di Perusahaan Besar Swasta (PBS) di wilayah tersebut. Disampaikan, penyalahgunaan narkoba di PBS juga cukup tinggi di lingkungan karyawan. Oleh sebab itu pihaknya juga menetapkan perusahaan perkebunan bersih narkoba.
“Ada tiga PBS bidang kelapa sawit kita tetapkan sebagai Perusahaan Perkebunan Bersinar yaitu PT. Bumitama Gunajaya Agro Group, PT. Wilmar Group dan PT. Hutan Sawit Lestari,” sebutnya.
Itu dilakukan karena jumlah pecandu kian hari makin meningkat, berdasarkan hasil penelitian Badan Nakotika Nasional (BNN) sekitar 5 juta yang menggunakan narkoba. Jenis narkoba yang dikonsumsi pecandu di negara adalah shabu, ekstasi, ganja, kokain, dan lain-lain.
Oleh sebab itu peran seluruh elemen masyarakat dalam penanganan narkoba sangat dibutuhkan di Kabupaten Kotim, seperti komitmen seluruh masyarakat deklarasi bersama untuk bertanggung jawab dan berkomitmen menjaga diri, keluarga, komunitas dan lingkungan dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Menurutnya, jika permasalahan ini tidak ditangani secara serius, dan tidak ada lembaga yang secara khusus untuk melaksanakan program P4GN maka potensi kerugian ekonomi yang terjadi akan jauh lebih besar dari yang diperkirakan, dan korban–korban (prevalensi) akan terus meningkat sehingga menjadi ancaman bagi kehidupan bangsa dan negara khususnya generasi muda di kabupaten Kotim.
“Pencanangan desa/kelurahan, sekolah dan perusahan Bersinar menjadi sangat penting untuk melibatkan seluruh masyarakat desa/kelurahan, pelajar dan karyawan di perusahaan untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” ujarnya.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post