SAMPIT – Anggota Paskibraka yang menjalani pelatihan akan mempelajari sistem pemerintahan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari sistem Desa Bahagia yang dibentuk selama mereka menjalani pelatihan.
“Semuanya merupakan satu kesatuan. Jadi mereka dijadikan satu desa dan satu yang dituju makanya disebut dengan Desa Bahagia,” kata Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim Sanggul Lumban Gaol, Senin, 5 Agustus 2024.
Disampaikan, kini anggota Paskibraka yang terdiri dari pelajar SMA sederajat perwakilan dari 17 kecamatan itu telah menjalani pelatihan atau diklat mulai 4-18 Agustus 2024.
Lanjutnya, selama pelatihan tersebut mereka mengelola semua urusan-urusan sendiri dan menjalankan aturan khusus serta kewajiban layaknya sebuah desa. Bahkan nantinya juga akan dibantuk kepala desa, Ketua RW dan Ketua RT.
“Jadi mereka sudah belajar sistem pemerintahan di dalam lingkup kecil. Itu ada pemimpinnya dan segala macam. Mereka juga akan menerima tugas-tugas yang diberikan siapa-siapa yang ditunjuk menjadi rt-nya segala macam,” terangnya.
Dijelaskan sistem Desa Bahagia pada hakikatnya adalah suatu rangkaian usaha yang dilakukan secara sadar , teratur, terencana dan berkesinambungan di dalam suatu wilayah tempat hidup sejumlah calon Paskibraka.
“Kemudian menjadi keluarga dengan penuh keseimbangan, ketentraman dan pancasila dilaksanakan sebagai dasar kehidupan sehari-hari untuk mengembangkan sikap hidup positif, takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, tertib, disiplin gotong royong dan penuh rasa tanggung jawab,” imbuhnya.
(dev/matakalteng)



















Discussion about this post