SAMPIT – Penggagas Festival Kue Tradisional di Kota Sampit Utari Riambarwati melibatkan sebanyak 500 pelajar tingkat SMP dan SMA dalam pelaksanaan Festival tersebut. Ia mengakui, sebagai pewaris kebudayaan, memang sasarannya adalah pelajar.
“Jadi saya sengaja mengundang sekitar 500 pelajar SMP maupun SMA secara bergiliran, jadi setiap 30 menit mereka datang untuk melihat kue-kue yang ada dan melihat bagaimana menyajikan kue tradisional dengan manis agar layak masuk ke cafe-cafe,”ujarnya, Jumat 2 Agustus 2024.
Lanjutnya, pelajar juga diberi kesempatan untuk mencicipi kue tradisional bagaimana rasanya, dan rata-rata mereka mengatakan rasanya lebih enak dibandingkan menu-menu di cafe sekarang ini dan lebih aman.
“Makanya saya berharap warisan itu mereka yang memegang kendali dan ini menjadi sesuatu yang bukannya mati tetapi jadi sakti serta lebih tepat ditangan generasi muda,”tegasnya.
Makanya kata Utari, melalui kegiatan ini secara gratis, mereka juga sekaligus mengunjungi Ikon Wisata Anjungan Sampit dengan harapan dapat memahami warisan nenek moyang tentang apa yang dilakukan nenek moyang dahulu agar mendapatkan solusi dalam pemecahan masalah pada saat itu.
“Saya berharap ini bisa menjadi event tahunan di Anjungan Sampit dan mudah-mudahan para jurnalis juga bisa mengkomunikasikan ini kepada masyarakat luas termasuk kepada pengambil keputusan,”ungkapnya.
Ia percaya apa yang dilakukan pihaknya ini dapat meyakinkan kepada pelaku dunia usaha untuk bisa memilih dan mensponsori siapa kira-kira yang bisa dijadikan sebuah unggulan.
“Perkara dana itu bukannya besarnya berapa, tapi jatuh ditangan orang yang mengelolanya bagaimana agar bisa menghasilkan maksimal,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post