SAMPIT – Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah (Kalsel-Teng) harapkan festival kue tradisional yang dilaksanakan pertama kalinya di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi agenda tahunan.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan festival kue tradisional ini, saya sangat bersyukur ketika melihat kegiatan dapat berjalan dengan lancar semuanya dan sukses. Semoga terus berlanjut karena sudah banyak makanan-makanan tradisional yang terlupakan dan tergantikan dengan makanan jenis baru,”kata Gracia Desi Andini selalu perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah XIII Kalsel-Teng, Jumat 2 Agustus 2024.
Menurutnya, kegiatan ini sangat berkesan karena memperkenalkan kue tradisional bagi masyarakat luas, dengan adanya kegiatan ini dapat mengingatkan kembali pada makanan-makanan tradisional, terutama ia melihat dalam festibal banyak kemasan kue tradisional yang menarik perhatian.
Sementara itu Penggagas Festival Kue Tradisional di Kota Sampit Utari Riambarwati mengatakan, kegiatan ini adalah apresiasi dari balai pelestarian kebudayaan, yang mana para pemerhati dan pelestari budaya diminta mengajukan proposal kegiatan.
“Alhamdulillah saya masuk dari 13 yang lolos tahun ini yaitu proposal saya adalah festival kue tradisional. Alasannya adalah karena memang daerah kita banyak sekali ragam kue tradisional, dan ini belum pernah ada orang yang memberikan apresiasi seperti ini,”ujarnya.
Utari mengaku sangat berterima kasih untuk masyarakat maupun donatur dalam kegiatan ini, karena menurutnya dana dari balai sebenarnya sedikit sekali jika dihitung untuk membuat acara sebesar festival. Tetapi dengan keterbukaan dan niat baik dan ternyata kegiatan ini memang ditunggu oleh masyarakat, akhirnya dapat terlaksana.
“Saya perkirakan ada hampir 1.000 jenis kue disini dan bebas dinikmati oleh seluruh pengunjung. Ternyata kita bisa mencari sesuatu untuk dijadikan bahan kuliner dengan mengangkat cita rasa warisan leluhur nenek moyang melalui kue tradisional,”tegasnya.
Tambahnya, dalam kegiatan ini juga ada lomba untuk para pelaku UMKM serta partisipan dari tokoh masyarakat dari berbagai organisasi. Yang mana menurutnya cukup banyak masyarakat hingga organisasi ingin terlibat dalam kegiatan ini, tetapi karena lokasi Anjungan Sampit terbatas, akhirnya dibatasi dan ada 27 yang menjadi partisipan dalam kegiatan ini.
(dia/matakalteng)



















Discussion about this post