SAMPIT – Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Abdul Kadir menyampaikan, karena RPJPD adalah program yang masih bersifat umum, untuk itu dalam implentasinya pelaksanaan program ketika diturunkan dalam masa yang lebih singkat nantinya harus betul-betul terukur sesuai dengan tantangan setiap masa, sehingga akan tercapai secara keseluruhan dari apa yang direncanakan.
“RPJPD merupakan dokumen strategis yang memuat visi, misi, dan arah kebijakan pembangunan daerah untuk jangka waktu 20 tahun. Untuk ini kami ingin menegaskan kembali apa yang telah kami sampaikan saat mengawali pembahasan. Karena Proses penyusunannya RPJPD harus dilakukan secara serius, komprehensif dan terintegrasi,”ujarnya, Jumat 2 Agustus 2024.
Menurutnya, Fraksi Golkar berkomitmen untuk mendukung RPJPD Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2025-2045 sebagai fondasi yang kokoh dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap masyarakat Kotim.
Dirinya berharap dokumen ini menjadi peta jalan yang efektif dalam mengarahkan pembangunan daerah menuju masa depan yang lebih cerah.
“Kami mengingatkan kembali perlunya akselerasi pembangunan guna capaian program dengan memanfaatkan tekologi. Sistem komputerisasi yang terintegrasi untuk perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi program,” tegasnya.
Tambahnya, birokrasi harus sadar teknologi dan ini menjadi kunci ditengah perkembangan internet, otomasi, robotic, AI (Artificial intelligence) dan seterusnya. Bonus Demografi yang bersamaan dengan dengan 2045 harus dimanfaatkan dengan baik. Serta perubahan iklim yang menjadi isu global dan nasonal.
“Dan yang tidak kalah penting adalah dengan pindahnya ibukota negara RI ke IKN di Kalimantan akan berdampak besar pada lanskap Kotim nantinya. Kita tidak bisa bersantai-santai, kalau tidak generasi setelah kita, hanya menjadi penonton ditengah hiruk pikuk perubahan,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post