SAMPIT – Menanggapi isu ketuk pintu yang meresahkan warga, terutama di Perum Griya Pramuka, Kelurahan Baamang Barat, Kapolsek Baamang AKP Moch. Romadhon bersama Kanit Bimas dan Danramil Baamang turun langsung ke lapangan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Isu teror ketuk pintu yang sempat viral di berbagai media telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Untuk itu Kapolsek Baamang mengadakan pertemuan dengan Lurah, Ketua RT, Ketua Lingkungan, dan warga setempat. Ia menghimbau agar masyarakat tidak larut dalam ketakutan dan tetap menjaga keamanan lingkungan mereka.
“Kami mengajak warga untuk tidak larut dalam ketakutan akibat teror tersebut. Marilah kita bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan mencegah agar teror serupa tidak berkembang ke tempat lain,” kata AKP Moch. Romadhon. Selasa, 30 Juli 2024.
Untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban, Ia mengajak warga untuk mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) dan Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa) di lingkungan masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan mencegah tindakan kriminal yang meresahkan.
“Kami berharap warga tidak lagi resah, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di lingkungan masing-masing. Dengan kerja sama antara pihak kepolisian dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara warga dan aparat keamanan.
“Jika ada hal-hal mencurigai, segera laporkan kepada pihak berwenang. Jangan biarkan ketakutan menguasai kita. Kita harus tetap waspada dan saling menjaga,” ujarnya.
Dengan adanya langkah-langkah preventif ini, diharapkan isu ketuk pintu yang meresahkan tidak lagi menjadi ancaman bagi warga Perum Griya Pramuka dan serta di wilayah hukumnya. Polsek akan terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah mereka, bekerja sama dengan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.
(gus/matakalteng)




















Discussion about this post