SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati menyebutkan sebanyak 61 titik hot spot terpantau di Kabupaten Kotawaringin Timur. Titik tersebut periode Januari – Juli 2024 ini. Itu menandakan adanya ancaman kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau.
“Kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan beberapa dampak negatif yang luar biasa, seperti kerusakan ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim serta menimbulkan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan mengganggu aktivitas transportasi darat, laut, dan udara,” kata Irawati, Senin 22 Juli 2024.
Lanjutannya, pada tahun 2015, 2019 dan 2023 lalu, masyarakat Kotim merasakan dampak yang sangat buruk dari kebakaran hutan dan lahan. Selain menyebabkan kerugian material berupa terbakarnya lahan-lahan produktif dan kawasan hutan, termasuk lahan gambut yang mestinya terjaga kondisi tutupannya, juga menyebabkan merebaknya penyakit, khususnya infeksi saluran pernafasan akut(ISPA), serta terganggunya berbagai aktivitas kehidupan.
Irawati menyebut menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), melalui pantauan sensor modis (satelit terra aqua dan suomi NPP), pada tahun ini untuk periode Januari- 17 Juli 2024, terpantau hot spot sebanyak 61 titik. “Sedangkan luas lahan yang terbakar mencapai 0,83 hektare. Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan masih ada,” sebutnya.
Terlebih lagi, saat ini Kabupaten Kotim sedang memasuki musim kemarau, dimana banyak lahan yang mengalami kekeringan dan mudah terbakar, ditambah dengan semakin sulitnya sumber-sumber air untuk kebutuhan pemadaman api jika terjadi kebakaran hutan dan lahan. Sehingga perlu perhatian semua pihak untuk mencegah karhutla.
“Agar kejadian ditahun 2015,2019 dan 2203 tidak terulang, maka kita harus terus bersiaga dan waspada. Kita harus berupaya mengantisipasi berbagai kemungkinan sedini mungkin, sehingga peristiwa kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi lagi di seluruh wilayah Kabupaten Kotim setidaknya meminimalisir luasan dan dampaknya,” tuturnya.
(dev/matakalteng)




















