SAMPIT – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) dalam memberikan fasilitasi mobilitas warga yaitu memperbaiki dermaga penyebrangan Sampit menuju Kecamatan Seranau terkendala oleh status kepemilikan.
“Pemkab Kotim pernah menganggarkan untuk perbaikan dermaga penyebrangan Sampt-Seranau yang masih beroperasi sekarang, namun itu statusnya masih milik PT Inhutani III,” kata Plt Kadishub Kotim Rody Kamislam, Senin 22 Juli 2024.
Dishub Kotim sempat menganggarkan perbaikan senilai Rp 300 juta untuk 2 paket pengerjaan dermaga di kedua sisinya yaitu Dermaga milik PT. Inhutani III dan di Kecamatan Seranau atau Mentaya seberang.
Namun perbaikan hanya dapat dilakukan pada dermaga di Mentaya Seberang yang merupakan fasilitas pemerintah daerah dengan anggaran Rp 150 juta. Sementara yang di Sampit, Dishub tidak dapat melakukan perbaikan karena status masih milik PT. Inhutani III.
“Dana Rp 150 juta kita kembalikan ke Silpa anggaran karena ada permasalahan tentang status yang belum tuntas. Sehingga pemerintah daerah belum bisa melakukan kegiatan perbaikan atau perawatan sebelum aset itu benar-benar tercatat di inventaris barang Dinas Perhubungan. Kalau kita lakukan (perbaikan) ini tercatat sebagai pelanggaran,” sebutnya.
Oleh sebab itu, untuk memberikan fasilitas mobilitas warga Seranau menuju Sampit atau sebaliknya, Pemkab Kotim merencanakan membangun penyebrangan feri Sampt-Seranau di Dermaga Habaring Hurung belakang Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM).
“Ini rencananya secara teknis akan kita kaji dulu dermaga di PPM. Saat ini masih dalam wacana, banyak kajiannya akan perhitungkan semua dampaknya tidak sekedar membangun,” ungkapnya.
Pihaknya akan mengkaji dampaknya jika dermaga penyeberangan feri Sampit-Seranau dibangun di lokasi tersebut. Kajian tersebut sangat penting agar keberadaan dermaga nantinya betul-betul bermanfaat dan tidak mangkrak jika sudah berdiri.
“Secara teknis harus wajib kita penuhi FS dan DIDnya, memang sudah kita wacanakan dan akan kaji lebih dalam. Rencana pembangunan penyeberangan feri Sampit-Seranau di Dermaga Habaring Hurung tersebut salah satu upaya jangka panjang pemerintah daerah memfasilitasi sendiri mobilitas masyarakat dari dan menuju Mentaya Seberang,” tutupnya.
(dev/matakalteng)



















