SAMPIT – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sampit kembali melanjutkan kegiatan skrining Visual Asam Asetat (IVA) Test terhadap warga binaan wanita di Lapas Sampit. Kegiatan berlangsung di Klinik Pratama Lapas Sampit dan mulai pada pukul 08.30 WIB sampai dengan selesai.
Kegiatan dihadiri oleh Petugas Kesehatan Puskesmas Ketapang I bersama Petugas Kesehatan Lapas Kelas IIB Sampit dan didampingi Plh.Kasubsi Keperawatan yakni Sustetiana.
“Kegiatan ini adalah salah satu pelayanan prima kami kepada Warga Binaan khususnya dalam konsentrasi bersama akan pentingnya deteksi dini terhadap Kanker dan penyakit lainnya. Kegiatan ini juga menjadi kerjasama kami kembali dengan puskesmas Ketapang 1,”kata Sustetiana, Kamis 18 Juli 2024.
Rangkaian kegiatan pemeriksaan ini dimulai dari Pendaftaran, pengecekan kesehatan dari Puskesmas. Warga binaan terlihat antusias untuk mengecek kesehatan mereka. Kegiatan diikuti 10 orang warga binaan wanita.
“Kegiatan IVA test ini dilakukan untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin dengan metode pap smear. Tim dari puskesmas dengan senang hati melakukan pemeriksaan dan memberikan jawaban serta sharing akan kesehatan kepada warga binaan,”jelasnya.
Kegiatan berlangsung dengan lancar. Warga Binaan juga senang mendapatkan edukasi serta pemeriksaan dini seperti ini. Hasil yang didapat juga sangat baik dan diharapkan tetap rutin melakukan deteksi dini secara mandiri dan tetap menjaga pola hidup sehat
Pemeriksaan IVA setidaknya perlu dilakukan satu kali ketika seorang wanita memasuki usia 35-40 tahun. Setelahnya, tes ini bisa diulang setiap satu atau lima tahun sekali pada rentang usia 35-55 tahun.
Sementara itu Kalapas Sampit Meldy Putra mengatakan, Klinik Pratama Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sampit juga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga binaan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan warga binaan secara berkala dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.
“Pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan oleh petugas Klinik Pratama Lapas yang terdiri dari dokter umum, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya,”ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan rutin ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan di Lapas Sampit. Dan penting dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap dalam keadaan sehat.
“Pemeriksaan kesehatan rutin ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan kesehatan yang dialami warga binaan. Sehingga, penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post